Tak Terima Ditegur Belok Tak Pakai Sein, Pemuda Ini Bunuh Pengendara Motor Di Jalan
Bacatrend, Bandung – Di tengah riuhnya lalu lintas Bundaran Pasar Kordon, Bandung, sebuah teguran sederhana berubah menjadi tragedi berdarah. Hanya karena tidak menyalakan lampu sein saat berbelok, seorang pemuda meregang nyawa di tangan pria yang tersulut amarah.
Hadi Sukma Jaelani saat itu melintas dengan sepeda motornya. Ia berbelok tanpa memberi tanda sein. Di saat yang sama, Alik, pria asal Kota Bandung, melintas dan menegur Hadi atas kelalaiannya. Teguran itu, yang seharusnya menjadi pengingat biasa, justru memicu bara konflik.
Hadi, merasa tersinggung, mengejar Alik hingga ke depan sebuah minimarket. Di sana, kata-kata kasar berbalas emosi. Dalam hitungan detik, pertengkaran berubah menjadi pembacokan. Alik, yang membawa senjata tajam, mengayunkannya ke tubuh Hadi. Darah tercecer di trotoar, dan Hadi pun tumbang.
“Saya cuma menegur, tapi dia marah dan mengejar saya,” ujar Alik dalam pemeriksaan awal. “Saya panik, saya bawa pisau buat jaga diri.”
Nyawa Hadi tak tertolong. Luka tusuk yang dalam membuatnya kehilangan kesadaran sebelum sempat mendapat pertolongan medis. Polisi menetapkan Alik sebagai tersangka pembunuhan, dan senjata tajam yang digunakan telah diamankan.
Tragedi ini mengguncang warga sekitar. Banyak yang tak percaya bahwa hal sepele seperti lampu sein bisa memicu kematian. “Kami sering lihat orang ribut di jalan, tapi ini keterlaluan. Teguran berubah jadi pembunuhan,” kata seorang saksi mata.
Kejadian ini menjadi pengingat kelam bahwa jalanan bukan hanya soal aturan lalu lintas, tapi juga soal emosi yang bisa meledak kapan saja. Satu kelalaian kecil, satu teguran spontan, bisa berujung pada hilangnya nyawa.











Tinggalkan Balasan