Bacatrend, Temanggung — Empis-empis, kuliner tradisional khas Temanggung, Jawa Tengah, kembali mencuri perhatian pecinta kuliner nusantara. Hidangan berbahan dasar daging sapi atau jeroan ini dikenal dengan cita rasa pedas ekstrem yang dihasilkan dari penggunaan cabai rawit dalam jumlah melimpah.

Empis-empis bukan sekadar makanan, melainkan simbol keberanian masyarakat Temanggung. Nama “empis-empis” diyakini berasal dari sensasi ngempis atau menyusutnya lidah dan perut akibat kepedasan yang luar biasa. Hidangan ini biasanya dimasak dengan teknik tumis cepat menggunakan bawang merah, bawang putih, dan garam, menghasilkan aroma pedas gurih yang khas.

Bagi warga Temanggung, empis-empis telah menjadi ikon kuliner daerah. Sajian ini kerap hadir dalam acara keluarga maupun hajatan desa, dan kini mulai ditawarkan di sejumlah rumah makan serta kafe dengan sentuhan modern. Meski tampil lebih kekinian, inti rasa pedas membakar tetap dipertahankan sebagai ciri utama.

Wisatawan yang berkunjung ke Temanggung pun menjadikan empis-empis sebagai salah satu tujuan kuliner. Banyak yang menyebut hidangan ini sebagai “uji nyali rasa” karena sensasi pedasnya mampu membuat keringat bercucuran dan mata berair, namun tetap menghadirkan kenikmatan tersendiri.









Dengan reputasi sebagai kota penghasil tembakau, Temanggung kini juga dikenal sebagai daerah yang melahirkan kuliner penuh nyali. Empis-empis pun semakin mengukuhkan posisi Temanggung di peta kuliner Jawa Tengah sebagai daerah dengan hidangan tradisional yang unik dan berkarakter kuat.