Bacatrend, BALI – Sauerkraut atau kubis fermentasi kini semakin populer di kalangan pecinta makanan sehat di Indonesia. Makanan khas Eropa Tengah itu dikenal memiliki cita rasa asam segar serta kandungan probiotik alami yang baik untuk kesehatan.

Nani Wijaya, ahli nutrisi menjelaskan, sauerkraut mengandung bakteri asam laktat hasil fermentasi yang bermanfaat bagi sistem pencernaan.

“Probiotik pada sauerkraut membantu menyeimbangkan mikrobiota usus, meningkatkan imunitas, dan mendukung penyerapan nutrisi,” ujarnya.

Selain itu, makanan ini juga kaya vitamin C, K, serta serat yang dapat membantu mengurangi peradangan dan menjaga kesehatan jantung.









Tidak hanya memiliki khasiat, proses pembuatan sauerkraut disebut cukup sederhana. Kubis putih diiris tipis lalu dicampur garam dan diremas hingga mengeluarkan air. Setelah itu kubis dimasukkan ke dalam wadah kaca dan difermentasi pada suhu ruang selama 7 hingga 21 hari. Kunci keberhasilannya adalah memastikan kubis tetap terendam air garam agar tidak berjamur.

Sauerkraut dapat dikonsumsi langsung maupun dijadikan pelengkap makanan. Beberapa cara yang umum dilakukan adalah menyajikannya sebagai pendamping hidangan daging, campuran salad, hingga topping sandwich.

Namun ahli gizi mengingatkan agar pemula tidak mengonsumsi secara berlebihan karena dapat menyebabkan kembung. Konsumsi 1–2 sendok makan per hari dinilai cukup untuk mendapatkan manfaat probiotik.

Dengan kandungan nutrisi dan proses pembuatan yang mudah, sauerkraut diprediksi akan semakin menjadi pilihan masyarakat yang mengutamakan pola makan sehat dan alami.