Bacatrend, Bangkalan — Jalan Desa Paka’an Laok, Kecamatan Galis, mendadak jadi saksi kejahatan dengan modus tak biasa. Dua pelaku begal berinisial AM (35) dan FU (21) memepet motor korban UH yang sedang berboncengan dengan temannya. Tanpa basa-basi, salah satu pelaku melempar segenggam tanah ke wajah UH. Korban terperanjat, kehilangan kendali, dan motornya terguling. Saat itulah motor dirampas paksa, lalu dibawa kabur oleh kedua pelaku.

Kasus ini terungkap setelah Rosi, ibu korban, melapor ke Mapolres Bangkalan. “Anak saya bersama temannya tiba-tiba dipepet, lalu dilempar tanah ke wajahnya. Motor mereka jatuh dan langsung dirampas,” ungkap Rosi dengan nada geram.

Polisi menilai cara ini sebagai pola baru yang berbahaya. Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi, menegaskan, “Kayaknya aksi begal dengan melempar tanah ke wajah korban ini merupakan modus baru untuk meneror calon korbannya. Modus macam ini harus mulai diwaspadai oleh para pengendara motor saat melintas di jalanan sepi.”

Penangkapan AM dan FU memberi rasa lega bagi warga, namun kasus ini sekaligus menjadi alarm bahwa begal terus beradaptasi dengan cara-cara baru. Jika sebelumnya senjata tajam kerap digunakan, kini benda sederhana seperti tanah bisa jadi alat melumpuhkan korban.









“Kasus ini terungkap setelah Rosi, warga Desa Pakong, Kecamatan Modung melapor ke Mapolres bahwa anaknya inisial UH yang berbocengan dengan temannya,  menjadi korban begal motor,” Jelas Kasatreskrim  Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi.

Di desa, cerita ini cepat menyebar. Warga mulai waspada ketika melintas di jalan sepi, terutama malam hari. “Kami takut, karena ternyata begal sekarang tidak perlu senjata tajam. Segenggam tanah saja bisa bikin orang celaka,” kata seorang warga setempat.

Peristiwa ini menegaskan bahwa kejahatan jalanan semakin kreatif sekaligus berbahaya. Aparat berjanji meningkatkan patroli, sementara masyarakat diminta lebih berhati-hati. Segenggam tanah yang dilempar AM dan FU kini menjadi simbol betapa rapuhnya rasa aman di jalanan pedesaan.