Bacatren, Medan — Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara memperbarui data korban banjir dan longsor yang melanda wilayahnya sejak Senin (24/11). Hingga Senin (1/12) pukul 08.00 WIB, tercatat 240 orang meninggal dunia, 182 hilang, 614 terluka, dan 73.199 jiwa mengungsi.

“Rekapitulasi dampak korban bencana alam sementara, meninggal dunia 240 jiwa, hilang 182 jiwa, 614 terluka, dan 73.199 mengungsi,” ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, dalam keterangan tertulis.

Data ini sedikit berbeda dengan catatan BNPB pusat yang sehari sebelumnya melaporkan 217 korban meninggal di Sumut, sementara total korban di tiga provinsi terdampak — Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh — mencapai 442 jiwa. Perbedaan angka disebut wajar karena proses verifikasi korban di lapangan masih berlangsung.

Dampak Luas
Selain korban jiwa, banjir dan longsor juga merusak ribuan rumah, kendaraan, jalan, jembatan, sekolah, serta lahan pertanian. Akses transportasi di sejumlah kabupaten terputus, memaksa puluhan ribu warga mengungsi ke lokasi aman.









BNPB menyebut curah hujan ekstrem akhir November sebagai pemicu utama, diperparah oleh kerusakan lingkungan akibat deforestasi dan alih fungsi lahan. Pemerintah daerah bersama TNI-Polri kini fokus pada pencarian korban hilang, distribusi logistik, dan pemulihan akses jalan.

Status Darurat
Provinsi Aceh dan Sumatera Barat telah menetapkan status darurat bencana. Sumatera Utara diperkirakan menyusul, mengingat jumlah pengungsi terbesar berada di wilayah ini.