Petani Ini Terkejut, Pungut Kelapa Malah Nemu Brankas Isi Uang Ratusan Juta
Bacatrend, Bali – Sebuah brankas milik Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Yeh Poh, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, yang sempat dilaporkan hilang pada Rabu (26/11/2025), ditemukan warga dalam kondisi rusak di kebun.
Kepala Seksi Humas Polres Karangasem, Ipda Nengah Artono, membenarkan penemuan tersebut. “Brankas ditemukan oleh warga sekitar pukul 14.30 Wita. Saat itu saksi sedang memungut buah kelapa dan melihat brankas tergeletak di samping batu besar,” ujarnya, Selasa (2/12).
Brankas yang ditemukan masih berisi uang tunai Rp127 juta serta sejumlah dokumen penting, termasuk BPKB kendaraan nasabah. Namun, polisi menduga sekitar Rp16 juta telah raib diambil pelaku sebelum brankas ditinggalkan. Brankas kemudian diamankan bersama isinya untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Penemuan brankas bermula saat Suardana, memetik kelapa di tegalan milik I Gede Saputra Wisnawa.
Ketika memungut buah kelapa yang jatuh, ia melihat sebuah benda besar menyerupai brankas yang berada di samping batu besar di area tersebut.
Terkejut dengan temuan itu, Suardana kemudian memberi tahu pemilik kebun, Gede Saputra Wisnawa lalu menghubungi Kepala Desa Adat untuk melaporkan penemuan tersebut.
Kepala Desa Adat kemudian meneruskan laporan kepada Polsek Manggis. Polisi langsung ke lokasi melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pengecekan, brankas berwarna hitam itu dalam keadaan rusak, terdapat bekas congkelan, dan pintunya menyisakan celah sekitar satu sentimeter.
Penemuan ini menimbulkan kehebohan di masyarakat setempat. Warga khawatir kasus pencurian brankas LPD yang berulang dapat mengganggu kepercayaan terhadap lembaga keuangan desa. “Kami kaget, karena brankas itu sudah dilaporkan hilang beberapa hari sebelumnya. Untung sebagian besar uang masih ada,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Polisi kini fokus mengusut pelaku pencurian dan menelusuri bagaimana brankas bisa dibawa keluar dari kantor LPD. “Kami masih melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi. Semua kemungkinan akan kami dalami,” tambah Artono.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengamanan fisik dan sistem keamanan di lembaga keuangan desa. Meski sebagian besar uang berhasil diselamatkan, kasus ini menunjukkan adanya celah yang bisa dimanfaatkan pelaku kriminal.











Tinggalkan Balasan