Abu Nawas Mengukur Panjang Jalan
CeritaNgeTrend – Suatu hari, Raja Harun Al-Rasyid ingin menguji kecerdikan Abu Nawas. Sang Raja memanggilnya ke istana dan memberikan sebuah tugas yang tampak mustahil: “Abu Nawas, aku ingin kau mengukur panjang jalan dari istana sampai ke pasar. Besok pagi hasilnya harus sudah ada.”
Abu Nawas tentu tahu bahwa mengukur jalan dengan cara biasa akan memakan waktu lama dan tenaga besar. Namun ia tidak pernah kehabisan akal. Malam itu ia merenung, lalu menemukan cara yang unik.
Keesokan harinya, Abu Nawas datang ke istana dengan wajah tenang. Raja bertanya, “Apakah kau sudah mengukur panjang jalan itu?” Abu Nawas menjawab, “Sudah, Tuanku. Panjang jalan dari istana ke pasar adalah sejauh langkah kaki orang yang berjalan dari istana ke pasar.”
Raja terkejut, “Apa maksudmu?” Abu Nawas pun menjelaskan, “Setiap orang yang berjalan dari istana ke pasar akan menempuh panjang jalan yang sama, hanya berbeda jumlah langkahnya. Jadi panjang jalan itu bukanlah angka yang bisa ditulis, melainkan perjalanan yang harus ditempuh. Jika Tuanku ingin tahu panjangnya, silakan berjalan sendiri ke pasar.”
Raja yang awalnya ingin mempermalukan Abu Nawas justru tertawa terbahak-bahak. Ia kagum dengan jawaban cerdas itu. Abu Nawas berhasil mengubah tugas yang mustahil menjadi pelajaran bijak: bahwa panjang jalan bukan sekadar ukuran fisik, melainkan pengalaman perjalanan yang dilalui.












Tinggalkan Balasan