Bacatrend, Sukabumi — Warga Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, digemparkan dengan penemuan 22 ekor anak ular sanca di sebuah gorong-gorong di Jalan Jajaway, tepat di depan Kantor Dinas Pariwisata, Selasa petang. Penemuan ini berawal dari laporan masyarakat yang melihat seekor anak ular di lokasi. Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pelabuhanratu kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan menemukan puluhan ekor anak ular sanca bersembunyi di dalam gorong-gorong.

“Awalnya Pak Danpos nelpon ke saya dan warga juga datang melaporkan ke Pos Damkar, ada penemuan ular di gorong-gorong depan Dinas Pariwisata. Dikira saya cuma hanya beberapa ekor, setibanya di lokasi kita langsung evakuasi, ternyata hasil akhir terdapat 22 ekor,” ujar Wakil Danton Pos Damkar Pelabuhanratu, Amirudin Haq, dalam keterangan tertulis.

Tim Damkar segera mengevakuasi seluruh ular tersebut untuk mencegah kepanikan warga. Sejumlah pengendara sempat berhenti dan berkerumun menyaksikan proses evakuasi. Tidak ada laporan korban atau insiden berbahaya dalam peristiwa ini. Ular sanca (Python reticulatus) merupakan spesies yang umum ditemukan di Asia Tenggara. Penemuan puluhan anak ular sekaligus mengindikasikan induk ular kemungkinan baru saja bertelur dan menetas di gorong-gorong. Kondisi lembap dan gelap membuat gorong-gorong menjadi habitat alternatif bagi satwa liar.

Fenomena ini menyoroti konflik antara satwa liar dan lingkungan perkotaan. Gorong-gorong yang seharusnya menjadi bagian dari infrastruktur kota kini juga berfungsi sebagai tempat berkembang biak ular. Hal ini menegaskan perlunya pengelolaan lingkungan perkotaan dan edukasi masyarakat mengenai keberadaan satwa liar.









Penemuan 22 anak ular sanca di Pelabuhanratu bukan sekadar kejadian unik, melainkan peringatan tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekologi di tengah urbanisasi. Respons cepat Damkar mencegah kepanikan, namun masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi keberadaan satwa liar di sekitar pemukiman.