Bacatrend, Gianyar — Rombongan pelajar asal Jepang mencuri sekitar 40 kaus dari sebuah toko oleh-oleh di Jalan Kajeng, Desa Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Aksi pencurian tersebut terekam kamera CCTV dan viral di media sosial.

Kepala Seksi Humas Polres Gianyar, Ipda I Gusti Ngurah Suardita, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa para pelaku telah kembali ke Jepang pada hari yang sama. Meski demikian, pihak kepolisian tetap akan berkoordinasi dengan Konsulat Jepang untuk menyelidiki kasus ini.

“Benar, mereka sudah kembali ke negaranya. Kami tetap akan berkoordinasi dengan Konsulat Jepang,” ujar Suardita.

Pelaku diketahui merupakan siswa dari Otani Junior and High School di Prefektur Kyoto, Jepang, yang sedang melakukan study trip ke Bali. Mereka berada di Bali sejak 30 November dan dijadwalkan pulang pada 5 Desember, namun rombongan pulang lebih awal setelah insiden terjadi.









Pihak sekolah telah menyampaikan permintaan maaf resmi dan berjanji akan melakukan penanganan internal terhadap para siswa yang terlibat. Kepala Sekolah Otani, Fumio Inui, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan menutup mata atas tindakan tersebut.

Kasus ini memicu sorotan publik terhadap pengawasan rombongan pelajar asing yang berkunjung ke Bali. Selain mencoreng citra wisata edukatif, insiden ini juga menimbulkan kekhawatiran soal etika dan tanggung jawab dalam pendidikan lintas budaya.

Polres Gianyar menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini dan berharap kerja sama dari pihak Jepang untuk menyelesaikan persoalan secara adil dan edukatif.

恥ずべき行為!日本人学生観光客がバリ島でTシャツ数十枚を万引き

バカトレンド/ギャニャール — インドネシア・バリ島ギャニャール県ウブド村カジェン通りにある土産物店で、日本人の学生グループが約40枚のTシャツを盗んだことが明らかになった。犯行の様子は防犯カメラに記録され、SNS上で拡散されている。

ギャニャール警察広報課のイ・グスティ・ヌラ・スアルディタ警部補は、この事件を確認したうえで、犯行に関わった学生らは当日中にすでに日本へ帰国したと説明した。しかし、警察は日本総領事館と連携し、引き続き調査を進める方針だ。

スアルディタ警部補は次のように述べた。 「確かに、彼らはすでに帰国しています。しかし、我々は日本総領事館と協力し、調査を継続します。」

万引きした学生らは、京都府の大谷中学・高校の生徒で、バリ島へのスタディツアーに参加していた。彼らは11月30日から12月5日まで滞在する予定だったが、事件発覚後、予定より早く帰国した。

学校側はすでに正式な謝罪文を発表し、関係した生徒に対して内部処分を行うと表明している。大谷中学・高校の乾文夫校長は、「このような行為を見過ごすことはできない」とコメントした。

今回の事件は、バリ島を訪れる外国人学生グループの監督体制に対する懸念を呼び起こしている。教育旅行のイメージを損なうだけでなく、異文化教育における倫理や責任の問題も浮き彫りにした。

ギャニャール警察は、今後も本件の進展を注視し、日本側との協力を通じて、公正かつ教育的な解決を図りたいとしている。