Tim Gabungan Aparat Terlibat Baku Tembak dengan Pemburu Liar di Taman Nasional Komodo
Bacatrend, LABUAN BAJO – Operasi penegakan hukum di kawasan konservasi Taman Nasional Komodo (TNK), Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, berlangsung tegang setelah tim gabungan Kementerian Kehutanan dan Kepolisian terlibat baku tembak dengan sekelompok pemburu liar yang diduga kerap memburu satwa dilindungi.
Kepala Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Aswin Bangun, mengungkapkan bahwa insiden terjadi ketika tim gabungan mencoba menghentikan kelompok pemburu yang beraksi di dalam kawasan konservasi. Para pelaku diduga telah lama memburu rusa timor (Cervus timorensis), salah satu satwa dilindungi yang menjadi sumber pakan utama komodo.
“Tim gabungan dari Balai Gakkum, Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, Ditpolairud Polda NTT, Satreskrim Polres Manggarai Barat, dan Balai TN Komodo terlibat kontak tembak saat melakukan upaya penghentian terhadap kelompok pemburu liar tersebut,” ujar Aswin.
Menurut informasi awal, para pelaku berusaha melarikan diri menggunakan perahu setelah mengetahui keberadaan aparat. Upaya kabur itu memicu baku tembak singkat sebelum sebagian pelaku berhasil diamankan. Beberapa lainnya melompat ke perairan dan melarikan diri ke wilayah yang sulit dijangkau.
Aparat menduga kelompok ini merupakan jaringan pemburu yang beroperasi secara terorganisasi. Selain menggunakan senjata api, mereka diduga memiliki jalur distribusi daging rusa ke luar kawasan konservasi.
Pihak Balai TN Komodo menegaskan bahwa perburuan rusa timor tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam keseimbangan ekosistem. Penurunan populasi rusa dapat berdampak langsung pada perilaku komodo, termasuk meningkatkan risiko konflik dengan manusia.
Hingga kini, tim gabungan masih melakukan penyisiran di sejumlah titik rawan perburuan serta memperketat patroli laut untuk mencegah pelaku lain melarikan diri. Aparat juga tengah mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan penadah yang diduga terlibat dalam perdagangan hasil buruan.












Tinggalkan Balasan