Bacatrend, Surabaya — Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyatakan partainya akan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemilihan umum, khususnya mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung yang berlaku saat ini. Menurutnya, sistem tersebut belum berjalan efektif dan tidak memberikan hasil yang optimal.

Pernyataan itu disampaikan Muhaimin, yang akrab disapa Cak Imin, usai menghadiri pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) PKB Jawa Timur di Surabaya, Jumat (19/12). Agenda tersebut dihadiri jajaran pengurus PKB dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur, sejumlah kepala daerah, serta pengurus struktural PWNU Jawa Timur, termasuk Ketua PWNU Jatim Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.

“Pilkada langsung tidak produktif. Banyak sistem demokrasi kita yang belum efektif dan perlu dievaluasi,” ujar Cak Imin kepada wartawan.

Ia menegaskan, evaluasi tersebut penting dilakukan sebagai bagian dari upaya perbaikan sistem demokrasi di Indonesia. Menurutnya, wacana tersebut bukan hanya pandangan PKB semata, melainkan juga menjadi kesadaran bersama di kalangan partai politik lainnya.









“Perbaikan sistem ini alhamdulillah sudah disadari oleh banyak partai. Dalam berbagai paket pemilu, ada sistem yang tidak produktif, dan pilkada langsung termasuk di dalamnya,” katanya.

Selain menyoroti sistem pemilu, Cak Imin juga memberikan penekanan khusus kepada para kader PKB agar bekerja lebih keras dalam menghadapi kontestasi politik ke depan. Ia meminta seluruh jajaran partai untuk kembali memperkuat basis dukungan dengan cara lebih dekat kepada masyarakat.

“Target kita mengembalikan kejayaan PKB di setiap pemilu. Itu tidak bisa dilakukan secara biasa-biasa saja. Kader harus turun ke rakyat, membantu persoalan mereka, dan mendorong kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Cak Imin juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam menjalankan agenda politik dan pembangunan. Menurutnya, partai tidak bisa bergerak sendiri tanpa dukungan dan kerja sama dengan berbagai elemen.

“Kita harus membangun kolaborasi. Tidak mungkin berjalan sendiri tanpa kerja sama dengan banyak pihak,” pungkasnya.