Bacatrend, KARANGASEM – Seorang remaja putri asal Tabanan, Bali, dilaporkan mengalami hipotermia saat hendak turun dari Gunung Agung, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem.

Korban bernama Ni Komang Kartika (16) mengalami kondisi lemas dan kedinginan di ketinggian sekitar 2.300 meter di atas permukaan laut (mdpl), sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan turun.

Tim SAR gabungan dari Pos SAR Karangasem, BPBD Karangasem, dan Basarnas Denpasar segera melakukan evakuasi setelah menerima laporan dari rekan korban.

“Kami menerima laporan teman korban yang meminta bantuan untuk evakuasi,” ujar Koordinator Lapangan Pos SAR Karangasem, Putu Bhayangkara, Selasa (23/12).









Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) yang menerima informasi permintaan bantuan evakuasi, segera mempersiapkan peralatan serta personel.

Untuk mempercepat upaya penyelamatan, Pos SAR Karangasem segera berkoordinasi dengan pemandu lokal untuk mendahului naik menuju posisi korban.
Korban berhasil dievakuasi dengan selamat dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Kasus ini menambah daftar insiden hipotermia yang dialami pendaki di Indonesia, terutama di musim hujan dan cuaca ekstrem. Para pendaki diimbau untuk mempersiapkan perlengkapan yang memadai, termasuk pakaian hangat, logistik, dan pemahaman tentang gejala hipotermia.

Gunung Agung, yang merupakan gunung tertinggi di Bali, memiliki medan yang menantang dan suhu yang dapat turun drastis di malam hari, sehingga pendaki pemula disarankan untuk didampingi oleh pemandu berpengalaman.