Kemensos Pastikan Santri Korban Ambruknya Musala Al Khoziny Tetap Dapat Hak Pendidikan dan Pendampingan
Bacatrend, Surabaya – Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan komitmennya untuk memastikan para santri korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, tetap memperoleh hak pendidikan, termasuk bagi mereka yang kini mengalami disabilitas akibat musibah tersebut.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa pemerintah bersama pemerintah daerah akan memberikan pendampingan menyeluruh, perlindungan sosial, serta jaminan pendidikan bagi para korban dan keluarga terdampak.
“Kami bersama pemerintah daerah akan memastikan seluruh korban, termasuk yang kini menyandang disabilitas, tetap mendapat dukungan untuk melanjutkan hidup dan pendidikannya,” ujar Gus Ipul saat meninjau para korban di RS Bhayangkara Surabaya, Jumat (10/10).
Ia menjelaskan, Kemensos tengah melakukan asesmen menyeluruh untuk menentukan bentuk bantuan yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan korban. “Dari hasil asesmen itu nanti akan dirumuskan langkah lanjutan, seperti perlindungan, pemulihan fisik dan psikologis, serta jaminan kesehatan,” tambahnya.
Gus Ipul juga menegaskan adanya perhatian khusus bagi para santri yang mengalami amputasi atau perubahan kondisi fisik akibat peristiwa tersebut.
“Besok kami bersama Komisi Disabilitas Nasional akan mendengarkan langsung kebutuhan mereka, sekaligus memberikan dukungan agar tetap bersemangat menjalani kehidupan,” ungkapnya.
Selain dukungan dari pemerintah, Kemensos juga menggandeng pihak swasta dan lembaga sosial untuk memastikan keberlanjutan pendidikan anak-anak melalui program beasiswa dan bantuan sosial. “Insya Allah, semuanya akan dijamin. Ada kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta agar para santri tetap bisa bersekolah hingga tuntas,” tegas Gus Ipul.
Ia turut menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan gotong royong berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan pasca-insiden tersebut. “Solidaritas masyarakat luar biasa. Kebersamaan ini menjadi kekuatan besar dalam membantu para korban,” katanya.
Sebagaimana diketahui, ambruknya bangunan tiga lantai Ponpes Al Khoziny menewaskan 63 orang. Hingga kini, 12 korban masih dalam proses identifikasi. Selain itu, terdapat 74 korban luka ringan dan 24 korban luka berat yang masih menjalani perawatan.












Tinggalkan Balasan