BI Pertahankan Suku Bunga Acuan
Bacatrend, Jakarta – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur pada Kamis (19/2). Suku bunga lending facility tetap di 5,5 persen dan deposit facility di 3,75 persen.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mendukung pencapaian target inflasi dan pertumbuhan ekonomi. “Keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan pada upaya penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global,” ujarnya.
Rupiah tercatat melemah -1,13 persen sejak awal tahun hingga berada di level Rp16.880 per dolar AS. Perry menilai rupiah saat ini undervalued dibandingkan fundamental ekonomi Indonesia, dengan inflasi yang masih terkendali.
Untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar, BI meningkatkan intensitas intervensi melalui transaksi spot, non-deliverable forward (NDF) di pasar offshore, serta domestic non-deliverable forward (DNDF) di pasar domestik. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menambahkan bahwa pihaknya juga memperdalam pasar valas rupiah–yuan guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
Dari sisi transmisi kebijakan, suku bunga deposito 1 bulan turun -68 basis poin sejak Januari 2025 menjadi 4,13 persen per Januari 2026. Sementara itu, suku bunga kredit existing hanya turun -40 basis poin menjadi 8,80 persen, meski kredit baru sudah turun lebih dalam hingga -75 basis poin. BI mendorong percepatan transmisi melalui kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) bagi bank yang lebih responsif menurunkan suku bunga kredit.
Ke depan, BI akan memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta mencermati ruang penurunan BI Rate lebih lanjut sesuai perkembangan kondisi global dan domestik.












Tinggalkan Balasan