BI Pertahankan Suku Bunga, Rupiah Tertekan, Saham Bank Himbara Sempat Melemah
Bacatrend, Jakarta — Bank Indonesia (BI) pada Rabu, 21 Januari 2026, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 4,75%, sesuai dengan ekspektasi konsensus pasar. Suku bunga lending facility tetap di 5,5% dan deposit facility di 3,75%.
Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa fokus utama bank sentral saat ini adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, yang sehari sebelumnya sempat menyentuh level terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS. Perry juga menambahkan bahwa kemungkinan penurunan suku bunga masih terbuka, dengan timing bergantung pada perkembangan data ekonomi ke depan, termasuk inflasi, arus modal, dan kondisi fiskal.
Keputusan BI mempertahankan suku bunga mencerminkan strategi wait and see di tengah tekanan eksternal. Rupiah yang melemah tajam akibat kekhawatiran pasar terhadap kesehatan fiskal dan independensi BI membuat stabilitas nilai tukar menjadi prioritas ketimbang dorongan pertumbuhan jangka pendek.
Dampak kebijakan ini langsung terasa di pasar saham. Saham-saham perbankan milik negara (Himbara) kompak melemah dalam perdagangan Rabu. BBRI turun sekitar 1,2%, BMRI melemah 1,5%, BBNI terkoreksi 1,3%, dan BRIS ikut turun 0,9%. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap potensi tekanan margin perbankan jika BI menurunkan suku bunga di masa depan, serta dampak pelemahan rupiah terhadap stabilitas sektor keuangan.
Secara keseluruhan, keputusan BI mempertahankan suku bunga di 4,75% menegaskan fokus pada stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global. Namun, pelemahan kurs dan koreksi saham Himbara menunjukkan sensitivitas pasar terhadap arah kebijakan moneter. Investor kini menunggu data inflasi dan neraca perdagangan sebagai penentu langkah BI berikutnya, sekaligus mengukur daya tahan sektor perbankan menghadapi tekanan eksternal.












Tinggalkan Balasan