BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 2026 Capai 5,7 Persen, Didorong Permintaan Domestik
Bacatrend, Jakarta – Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2026 berada dalam kisaran 4,9 hingga 5,7 persen. Proyeksi ini mencerminkan optimisme terhadap daya tahan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global, dengan permintaan domestik sebagai motor utama pertumbuhan.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa efektivitas berbagai program stimulus pemerintah perlu diperkuat untuk mendorong konsumsi rumah tangga dan penyerapan tenaga kerja. “Efektivitas berbagai program stimulus pemerintah pada tahun 2026 perlu diperkuat untuk mendorong konsumsi rumah tangga dan penyerapan tenaga kerja,” ujarnya dalam konferensi pers.
Pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh permintaan domestik dinilai sejalan dengan arah kebijakan fiskal dan moneter yang saling mendukung. BI menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga momentum pemulihan, terutama melalui bauran kebijakan yang pro-growth dan tetap menjaga stabilitas makroekonomi.
Dari sisi moneter, BI berkomitmen melanjutkan kebijakan makroprudensial longgar untuk mendorong ekspansi kredit. Proyeksi pertumbuhan kredit pada 2026 diperkirakan berada di kisaran 8–12 persen, dan meningkat menjadi 9–13 persen pada 2027. Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat pembiayaan sektor riil, khususnya UMKM dan sektor padat karya.
Meski proyeksi BI sedikit lebih konservatif dibanding target pemerintah yang berada di angka 5,4 persen, BI tetap optimis bahwa pertumbuhan aktual bisa mencapai 5,33 persen. Perbedaan ini mencerminkan pendekatan kehati-hatian BI dalam mengantisipasi potensi tekanan eksternal, seperti suku bunga tinggi di negara maju, pelemahan perdagangan global, dan volatilitas harga komoditas.
Secara keseluruhan, outlook ekonomi Indonesia tahun 2026 menunjukkan arah yang positif. Dengan dukungan kebijakan yang konsisten dan responsif, serta penguatan koordinasi lintas sektor, Indonesia diyakini mampu menjaga momentum pertumbuhan dan memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang.












Tinggalkan Balasan