Bacatrend, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (kode saham: BBRI) menetapkan pembagian dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp20,6 triliun atau setara Rp137 per saham. Dari jumlah tersebut, Rp11 triliun akan disetorkan kepada Negara Republik Indonesia sebagai pemegang saham mayoritas, sementara sisanya Rp9,6 triliun dibagikan secara proporsional kepada pemegang saham publik.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, menegaskan bahwa pembayaran dividen ini merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. “Dividen interim ini didasarkan pada kinerja keuangan BRI yang solid, didukung oleh pertumbuhan pembiayaan UMKM serta pengelolaan risiko yang terjaga secara konsisten,” ujarnya.

Detail Pembagian Dividen:
Total dividen interim: Rp20,6 triliun

Setara per saham: Rp137









Negara RI: Rp11 triliun

Publik: Rp9,6 triliun

Recording date: 2 Januari 2026

Pembayaran: 15 Januari 2026

Langkah ini sekaligus menegaskan peran BRI sebagai bank dengan fokus utama pada pembiayaan UMKM, yang selama ini menjadi tulang punggung portofolio kredit perseroan. Dengan kepemilikan saham sekitar 53%, Negara RI memperoleh manfaat langsung dari dividen tersebut, yang juga berkontribusi pada penerimaan negara.

Bagi investor publik, dividen interim ini memberikan imbal hasil (dividend yield) sekitar 3,68% dengan harga saham BBRI di kisaran Rp3.720 per saham. Angka tersebut dinilai cukup menarik di tengah tren suku bunga tinggi, sekaligus memperkuat daya tarik saham BBRI sebagai pilihan investasi jangka panjang.