BUMN Karya Dilebur, Danantara Siapkan Tiga Raksasa Kontraktor Nasional
Bacatrend, Jakarta — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia resmi mengungkap rencana besar konsolidasi BUMN karya melalui skema merger yang akan memangkas jumlah perusahaan konstruksi milik negara menjadi hanya tiga entitas utama.
Langkah ini tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2025, yang memuat 22 program kerja prioritas dan ditargetkan rampung dalam lima hingga enam bulan ke depan.
Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa merger ini merupakan bagian dari strategi penyehatan dan efisiensi sektor konstruksi BUMN. “Kami lagi menghitung, kurang lebih akan jadi tiga perusahaan karya yang kuat ke depan dan bisnisnya hanya fokus sebagai kontraktor saja,” ujarnya.
Dalam skema yang telah dibahas bersama Kementerian BUMN, tujuh perusahaan akan dilebur menjadi tiga kelompok besar. PT Waskita Karya akan bergabung dengan PT Hutama Karya, PT Nindya Karya dan PT Brantas Abipraya akan dilebur ke PT Adhi Karya, sementara PT Wijaya Karya (WIKA) akan digabungkan dengan PT Pembangunan Perumahan (PTPP).
Setiap entitas hasil merger akan memiliki fokus bisnis yang berbeda. Hutama Karya dan Waskita akan menangani proyek jalan tol dan non-tol, Adhi Karya bersama Nindya dan Brantas akan fokus pada pembangunan rel dan infrastruktur dasar, sedangkan PTPP dan WIKA akan menggarap pelabuhan, bandara, dan hunian komersial.
Selain menyederhanakan struktur, Danantara juga akan mengelompokkan anak-anak perusahaan yang tidak relevan dengan bisnis inti konstruksi. “Anak-anak perusahaan yang selama ini menjadi sumber permasalahan akan kita kelompokkan,” tegas Dony.
Transformasi ini diharapkan mampu menciptakan tiga raksasa kontraktor nasional yang lebih efisien, fokus, dan kompetitif di pasar global.











Tinggalkan Balasan