Bacatrend, Jakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen year-on-year (YoY). Angka ini lebih tinggi dibanding kuartal IV 2025 yang tumbuh 5,39 persen dan kuartal I 2025 sebesar 4,87 persen. Capaian tersebut juga melampaui target pertumbuhan dalam APBN 2026 sebesar 5,4 persen serta ekspektasi konsensus pasar.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun ini merupakan yang tertinggi sejak kuartal III 2022,” kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

Ia menambahkan, Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat Rp6.187,2 triliun, sementara atas dasar harga konstan mencapai Rp3.447,7 triliun.

Dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan menjadi kontributor terbesar dengan sumbangan 1,03 basis poin terhadap pertumbuhan. Sektor perdagangan menyumbang 0,82 basis poin, pertanian 0,55 basis poin, dan konstruksi 0,53 basis poin. Sementara itu, sektor dengan pertumbuhan tertinggi adalah akomodasi dan makanan minuman yang naik 13,14 persen, didorong oleh libur nasional dan program makan bergizi gratis. Sektor jasa lainnya tumbuh 9,91 persen seiring lonjakan wisatawan, serta transportasi dan pergudangan naik 8,04 persen akibat meningkatnya mobilitas masyarakat.









Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52 persen dan investasi (PMTB) naik 5,96 persen. “Kedua komponen ini menyumbang lebih dari 82 persen terhadap total PDB, menegaskan peran konsumsi dan investasi sebagai motor utama ekonomi,” ujar Amalia.

BPS juga mencatat, secara kuartalan ekonomi mengalami kontraksi musiman sebesar 0,77 persen dibanding kuartal sebelumnya. Meski demikian, capaian pertumbuhan tahunan menunjukkan momentum positif pemulihan ekonomi nasional.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 yang melampaui target APBN memperkuat optimisme pencapaian sasaran pemerintah. Namun, BPS mengingatkan bahwa ketidakpastian global, termasuk arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan harga komoditas, tetap menjadi tantangan yang harus diantisipasi.