Bacatrend, Jakarta – Empat unit Quay Container Crane (QCC) berukuran post panamax tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Kedatangan peralatan bongkar muat berkapasitas besar ini akan memperkuat operasional Terminal Peti Kemas (TPK) Semarang yang dikelola PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP).

Dengan tambahan tersebut, total QCC di TPK Semarang kini mencapai 10 unit. Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, menjelaskan bahwa crane yang didatangkan merupakan tipe post panamax dengan jangkauan sekitar 60 meter, mampu menjangkau lebih dari 16 baris peti kemas dari sisi kapal. “Crane ini memiliki kapasitas angkat hingga 65 ton dengan spreader serta dilengkapi sistem hoisting berkecepatan tinggi, sehingga proses bongkar muat lebih cepat dan efisien,” ujarnya.

Setelah tiba, keempat unit crane akan menjalani proses rolling off menuju area terminal, dilanjutkan instalasi, pengujian sistem, dan integrasi dengan operasional terminal sebelum digunakan penuh.

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Tengah-DIY, Teguh Arif Handoko, menilai penambahan crane ini penting untuk mengantisipasi peningkatan arus peti kemas. Ia memproyeksikan throughput Pelabuhan Tanjung Emas dapat naik minimal 10 persen pada 2026, seiring pertumbuhan kawasan industri seperti Batang, Kendal, dan Jatengland.









“Dengan hadirnya QCC baru, proses bongkar muat akan lebih cepat sehingga peningkatan throughput dapat terlayani dengan baik,” katanya.

Dari sisi pelayaran, Manager Operasi PT Tresna Muda Sejati (TMS) Cabang Semarang, Yudi Purwanto, menyebut tambahan crane akan menekan waktu tunggu kapal dan memperpendek port stay. “Produktivitas layanan meningkat, waktu tinggal kapal lebih singkat, dan pelayanan lebih efisien,” ujarnya.

Kehadiran empat QCC baru ini diharapkan memperkuat peran Pelabuhan Tanjung Emas sebagai gerbang logistik utama Jawa Tengah, sekaligus mendukung kelancaran arus perdagangan domestik maupun internasional.