Bacatrend, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mulai mengambil langkah strategis untuk mengevaluasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tahun ini dialokasikan sebesar Rp335 triliun. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan menyisir anggaran tersebut secara rinci pada pekan depan, guna memastikan efektivitas penyerapan dan menghindari pemborosan belanja negara.

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/1), Purbaya menegaskan bahwa evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk mengidentifikasi potensi penghitungan ganda (double counting) dan pos-pos anggaran yang tidak relevan. Ia mencontohkan pengadaan kendaraan bermotor roda dua untuk mendukung distribusi MBG yang belum sepenuhnya terdistribusi hingga akhir tahun anggaran. Pos seperti ini, menurutnya, bisa dicoret jika tidak lagi dibutuhkan. “Minggu depan akan saya lihat line per line anggaran mereka. Nanti kami lihat mana yang double counting,” ujarnya.

Langkah ini mencerminkan pendekatan baru dalam pengelolaan anggaran berbasis kinerja dan efisiensi. Purbaya menekankan bahwa meskipun alokasi anggaran MBG tetap besar, pemerintah tidak ingin dana tersebut terserap secara tidak optimal. Berdasarkan realisasi tahun lalu, ia memperkirakan penyerapan anggaran MBG tahun ini kemungkinan hanya akan mencapai sekitar Rp200 triliun. “Kalau kami hitung, paling Rp200 triliun juga cukup mungkin. Tapi nanti kami lihat. Kami akan lihat yang inefisien saja,” katanya.

Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah dan kelompok rentan. Dengan cakupan yang luas dan dampak sosial yang besar, program ini membutuhkan tata kelola anggaran yang presisi agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Purbaya menegaskan bahwa meski akan dilakukan penyisiran, pemerintah tetap mendukung penuh pelaksanaan program ini. “Program itu program bagus, kami akan dukung supaya jalannya maksimal,” tegasnya.









Evaluasi anggaran MBG juga menjadi bagian dari upaya reformasi fiskal yang lebih transparan dan akuntabel. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan memiliki dampak langsung terhadap penerima manfaat, bukan sekadar memenuhi target belanja. Penyisiran ini juga diharapkan dapat menjadi model bagi program-program lain yang memiliki anggaran besar dan kompleksitas tinggi.

Di tengah tekanan fiskal dan kebutuhan belanja negara yang semakin besar, efisiensi anggaran menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi. Dengan menyisir anggaran MBG, pemerintah menunjukkan komitmen untuk menjaga kualitas belanja publik, memperkuat daya saing program sosial, dan memastikan bahwa kebijakan ekonomi benar-benar berpihak pada rakyat.