Harga Emas Antam Naik Rp40 Ribu Jadi Rp2,859 Juta per Gram, UBS dan Galeri24 Ikut Bergerak
Bacatrend, Jakarta – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas Antam naik Rp40 ribu menjadi Rp2.859.000 per gram dibanding perdagangan sebelumnya.
Kenaikan tersebut memperpanjang tren penguatan emas di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Investor masih menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai atau safe haven seiring tingginya tensi geopolitik dan sikap pasar yang menanti arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS).
Tak hanya harga jual, nilai buyback atau harga pembelian kembali emas Antam juga ikut mengalami kenaikan. Harga buyback tercatat naik Rp50 ribu menjadi Rp2.676.000 per gram.
Untuk ukuran lain, emas Antam pecahan 0,5 gram kini dijual Rp1.479.500.
Sementara emas ukuran 2 gram dipatok Rp5.658.000, ukuran 5 gram Rp14.110.000, dan ukuran 10 gram mencapai Rp28.140.000. Adapun emas Antam ukuran 1 kilogram kini dibanderol sekitar Rp2,799 miliar.
Kenaikan harga emas domestik terjadi ketika harga emas dunia masih bergerak fluktuatif. Pelaku pasar global saat ini menunggu data inflasi AS yang dinilai akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed.
Selain faktor ekonomi, kondisi geopolitik global juga turut memengaruhi pergerakan harga emas. Ketegangan di kawasan Timur Tengah dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global membuat permintaan terhadap aset aman kembali meningkat.
Sementara itu, harga emas di Pegadaian menunjukkan pergerakan yang lebih terbatas. Produk emas UBS ukuran 1 gram berada di kisaran Rp2,89 juta hingga Rp2,91 juta per gram. Sedangkan emas Galeri24 ukuran 1 gram dijual sekitar Rp2,81 juta hingga Rp2,83 juta per gram.
Perbedaan harga antara Antam, UBS, dan Galeri24 dipengaruhi sejumlah faktor, seperti tingkat likuiditas, biaya sertifikasi, serta tingkat permintaan pasar. Antam masih menjadi produk emas yang paling banyak dijadikan acuan investor karena memiliki jaringan buyback luas dan pengakuan pasar yang lebih tinggi.
Analis menilai harga emas masih berpotensi bergerak volatil dalam jangka pendek. Jika data inflasi AS menunjukkan perlambatan dan membuka peluang penurunan suku bunga, harga emas diperkirakan kembali menguat. Sebaliknya, penguatan dolar AS dan membaiknya sentimen pasar global dapat memicu tekanan terhadap harga logam mulia.











Tinggalkan Balasan