Harga Emas Antam Turun Rp24 Ribu, Produk UBS dan Galeri24 Ikut Melemah
Bacatrend, Jakarta – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan pada perdagangan Rabu (20/5). Harga emas Antam ukuran satu gram tercatat turun Rp24 ribu menjadi Rp2.765.000 per gram dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Penurunan harga juga terjadi pada nilai buyback atau harga jual kembali emas Antam yang kini berada di kisaran Rp2.569.000 per gram. Koreksi harga emas domestik terjadi seiring pelemahan harga emas dunia yang dipengaruhi penguatan dolar Amerika Serikat serta aksi ambil untung investor setelah harga emas sempat berada di level tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Selain Antam, harga emas di Pegadaian untuk produk UBS dan Galeri24 juga mengalami penyesuaian. Emas UBS ukuran satu gram dibanderol sekitar Rp2.788.000 per gram, sedangkan emas Galeri24 ukuran satu gram dipatok di kisaran Rp2.756.000 per gram.
Untuk pecahan lebih kecil, emas UBS ukuran 0,5 gram dijual sekitar Rp1.538.000. Sementara itu, emas Galeri24 ukuran 0,5 gram berada di kisaran Rp1.460.000.
Pelaku pasar menilai pergerakan harga emas saat ini masih dipengaruhi sentimen global, terutama arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve. Tingginya suku bunga membuat investor cenderung beralih ke instrumen berbunga sehingga menekan permintaan emas sebagai aset safe haven.
Di sisi lain, penguatan dolar AS turut memberikan tekanan terhadap harga emas global. Ketika dolar menguat, harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain sehingga permintaan cenderung menurun.
Meski mengalami koreksi dalam perdagangan hari ini, minat masyarakat terhadap investasi emas dinilai masih cukup tinggi. Emas masih dianggap sebagai instrumen lindung nilai yang aman di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi pasar keuangan.
Produk emas UBS dan Galeri24 juga mulai banyak diminati masyarakat karena menawarkan harga yang relatif kompetitif dibandingkan Antam. Selain itu, kedua produk tersebut lebih mudah ditemukan di jaringan Pegadaian maupun toko emas di berbagai daerah.
Analis memperkirakan harga emas dalam jangka pendek masih berpotensi bergerak fluktuatif mengikuti perkembangan ekonomi global, pergerakan dolar AS, serta dinamika geopolitik internasional. Namun dalam jangka panjang, emas dinilai masih memiliki prospek positif sebagai aset penyimpan nilai.











Tinggalkan Balasan