Harga Emas Antam Turun Tipis, UBS dan Galeri24 Stabil di Awal Mei 2026
Bacatrend, JAKARTA — Harga emas di Pegadaian pada Senin, 4 Mei 2026, tercatat mengalami penurunan tipis untuk produk Antam. Berdasarkan data resmi Pegadaian, harga emas Antam turun Rp1.000 menjadi Rp2.795.000 per gram, sementara dua merek lain, UBS dan Galeri24, tercatat stabil di level sebelumnya.
Produk emas UBS masih berada di harga Rp2.755.000 per gram, sedangkan Galeri24 bertahan di Rp2.720.000 per gram. Pergerakan ini menandai tren konsolidasi harga emas domestik yang mengikuti fluktuasi pasar global setelah sempat menguat pada akhir April.
Penurunan harga emas Antam terjadi seiring koreksi harga emas dunia yang dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat dan ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve. Kondisi tersebut menekan permintaan emas sebagai aset lindung nilai, sementara di pasar domestik, permintaan ritel tetap stabil.
Pegadaian mencatat bahwa harga emas batangan Antam masih menjadi acuan utama bagi investor dan kolektor karena tingkat kemurnian dan likuiditasnya yang tinggi. Sementara UBS dan Galeri24, yang lebih banyak diperdagangkan di segmen ritel, menunjukkan ketahanan harga karena permintaan lokal yang konsisten.
Analis pasar komoditas memperkirakan harga emas akan bergerak sideways dalam beberapa hari ke depan, dengan kisaran Rp2.780.000–Rp2.810.000 per gram untuk Antam. Faktor utama yang memengaruhi adalah arah kebijakan moneter Amerika Serikat, nilai tukar rupiah terhadap dolar, serta kondisi geopolitik di Timur Tengah yang masih berpotensi memicu volatilitas harga energi dan logam mulia.
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Investasi yang dipimpin Bahlil Lahadalia menilai fluktuasi harga emas dan energi global menjadi tantangan bagi stabilitas ekonomi nasional. Bahlil sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong investasi di sektor pertambangan dan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas strategis. “Kita harus memperkuat sektor hilirisasi dan cadangan emas nasional agar tidak terlalu bergantung pada pasar luar negeri,” ujar Bahlil dalam pernyataannya di Jakarta, pekan lalu.
Menurut Bahlil, penguatan sektor tambang dan energi akan menjadi fondasi penting bagi stabilitas harga komoditas di dalam negeri, termasuk emas. Ia menilai tren koreksi harga emas saat ini masih dalam batas wajar dan dapat menjadi peluang bagi investor untuk melakukan akumulasi aset.











Tinggalkan Balasan