Harga Emas Berfluktuasi Sepanjang Pekan, Tetap Bertahan Ditren Menguat
Bacatrend, Jakarta — Harga emas di pasar domestik dan global mengalami pergerakan fluktuatif sepanjang sepekan terakhir. Meski sempat terkoreksi di pertengahan pekan, harga logam mulia masih bertahan dalam tren menguat, didorong oleh sentimen ketidakpastian global dan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai (safe haven).
Di pasar domestik, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada awal pekan berada di kisaran Rp2,59 juta per gram. Tekanan jual yang terjadi di pertengahan pekan membuat harga emas sempat turun hingga sekitar Rp2,57 juta per gram, seiring melemahnya harga emas dunia dan aksi ambil untung pelaku pasar.
Namun, memasuki akhir pekan, harga emas domestik kembali menunjukkan penguatan. Pada perdagangan Jumat hingga Sabtu (9–10 Januari 2026), harga emas Antam tercatat naik dan diperdagangkan di kisaran Rp2,60 juta hingga Rp2,602 juta per gram. Kenaikan ini mencerminkan pulihnya permintaan setelah fase koreksi singkat.
Pergerakan serupa juga terjadi di pasar global. Harga emas dunia (XAU/USD) pada awal pekan menguat tajam seiring meningkatnya tensi geopolitik yang mendorong investor memburu aset aman. Meski demikian, di pertengahan pekan harga sempat tertekan akibat aksi ambil untung setelah reli sebelumnya.
Menjelang akhir pekan, harga emas dunia kembali stabil dan bertahan di dekat level tertinggi mingguan. Pelaku pasar menunggu rilis sejumlah data ekonomi utama, khususnya dari Amerika Serikat, yang diperkirakan akan memengaruhi arah pergerakan harga emas selanjutnya.
Pengamat menilai fluktuasi harga emas selama sepekan terakhir mencerminkan tingginya ketidakpastian di pasar global. Faktor geopolitik dan sentimen safe haven masih menjadi penopang utama harga emas, sementara penguatan dolar AS dan ekspektasi kebijakan moneter global berpotensi menahan laju kenaikan.
Secara keseluruhan, meski diwarnai koreksi jangka pendek, harga emas dinilai masih berada dalam tren positif. Investor disarankan tetap mencermati perkembangan ekonomi global dan kebijakan bank sentral, mengingat volatilitas harga emas diperkirakan masih berlanjut dalam waktu dekat.











Tinggalkan Balasan