Bacatrend, Jakarta – Harga emas batangan di pasar ritel Indonesia kembali mencatat kenaikan. Emas Antam naik Rp25.000 menjadi Rp2.602.000 per gram, memperpanjang tren reli sejak akhir 2025. Pergerakan positif juga terlihat pada emas UBS dan Galeri24 yang diperdagangkan di jaringan Pegadaian.

Antam: Reli Berlanjut
Harga emas Antam hari ini berada di kisaran Rp2.602.000 per gram, dengan variasi antar outlet mencapai Rp2.577.000–Rp2.827.000. Pegadaian mencatat harga 1 gram Antam di Rp2.835.000. Kenaikan ini sejalan dengan tren global yang didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, sehingga emas tetap menjadi aset lindung nilai utama.

UBS dan Galeri24 Ikut Menguat
Pantauan Galeri24 pada 9 Januari 2026 menunjukkan harga jual UBS 1 gram di Rp2.652.000 dengan harga buyback Rp2.432.000. Spread sekitar Rp220.000 menjadi catatan penting bagi investor ritel. Sementara itu, emas Galeri24 ukuran 0,5 gram dibanderol Rp1.362.000 di Pegadaian pada 10 Januari, menandakan penguatan harian bersama UBS dan Antam.

Analisa Pasar
Faktor global: Prospek penurunan suku bunga The Fed menekan imbal hasil riil dan memperkuat daya tarik emas.









Variasi harga domestik: Perbedaan harga antar outlet dan ukuran mencerminkan biaya produksi, distribusi, serta margin ritel.

Strategi investor: Akumulasi bertahap tetap rasional, terutama pada pecahan 1 gram yang lebih efisien. Spread buyback UBS dan Galeri24 perlu diperhatikan sebagai biaya keluar.

Kesimpulan
Kenaikan Rp25.000 pada Antam ke Rp2.602.000, serta penguatan UBS dan Galeri24 di Pegadaian, menegaskan tren reli emas di awal 2026. Dengan sentimen global yang masih pro-emas, investor ritel disarankan fokus pada akumulasi jangka panjang sambil membandingkan harga jual dan buyback antar kanal untuk menjaga efisiensi biaya.