Bacatrend, Jakarta — Pergerakan harga emas batangan di pasar domestik selama sepekan terakhir menunjukkan volatilitas tinggi, ditandai dengan penurunan tajam di akhir April yang kemudian diikuti rebound pada awal Mei 2026.

Pada perdagangan sekitar 29 April 2026, harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) berada di kisaran Rp2,78 juta per gram. Produk lain seperti UBS dan Galeri24 juga tercatat berada di level relatif sejalan, masing-masing di kisaran Rp2,84 juta dan Rp2,80 juta per gram.

Memasuki 30 April 2026, harga emas kompak mengalami koreksi. Penurunan terjadi cukup signifikan, mencerminkan tekanan pasar global yang berdampak langsung pada harga domestik. Emas Antam tercatat mengalami penurunan puluhan ribu rupiah per gram, diikuti UBS dan Galeri24 yang juga melemah.

Namun, tren tersebut tidak berlangsung lama. Pada 1 Mei 2026, harga emas mulai berbalik arah dengan kenaikan sekitar Rp30 ribu per gram untuk Antam. Penguatan berlanjut pada 2 Mei 2026, dengan harga Antam menembus kisaran Rp2,91 juta per gram. Sementara itu, UBS dan Galeri24 juga mengalami kenaikan, meski dengan laju yang lebih moderat.









Secara keseluruhan, rentang harga emas Antam selama sepekan bergerak dari sekitar Rp2,78 juta hingga Rp2,91 juta per gram. Fluktuasi yang mencapai lebih dari Rp100 ribu per gram ini menunjukkan tingkat volatilitas yang cukup tinggi dalam waktu singkat.

Analis memperkirakan pergerakan harga emas pada sepekan ke depan akan cenderung stabil dengan kecenderungan menguat terbatas. Harga diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp2,85 juta hingga Rp2,95 juta per gram, seiring pasar yang mulai mencari keseimbangan setelah gejolak akhir April.

“Setelah koreksi tajam dan rebound cepat, biasanya pasar akan memasuki fase konsolidasi. Dalam kondisi ini, pergerakan harga cenderung terbatas namun tetap berpotensi naik,” ujar seorang analis pasar komoditas.

Meski demikian, potensi kenaikan lanjutan tetap terbuka apabila harga mampu menembus level psikologis Rp2,95 juta per gram. Sebaliknya, jika kembali tertekan hingga di bawah Rp2,80 juta, harga emas berisiko melanjutkan pelemahan.

Pelaku pasar diimbau tetap mencermati faktor eksternal, terutama pergerakan nilai tukar rupiah dan kebijakan suku bunga global yang masih menjadi penentu utama arah harga emas.