Harga Emas Sepekan Melemah, Antam Turun ke Rp2,866 Juta per Gram
Bacatrend, Jakarta – Harga emas batangan produksi Antam, UBS, dan Galeri24 tercatat mengalami pelemahan sepanjang sepekan terakhir. Koreksi harga terjadi setelah logam mulia sempat bergerak di level tinggi pada awal Mei 2026.
Berdasarkan data perdagangan Pegadaian pada Minggu (17/5/2026), harga emas Antam berada di level Rp2.866.000 per gram. Sementara emas UBS dijual Rp2.793.000 per gram dan Galeri24 sebesar Rp2.764.000 per gram.
Penurunan harga tersebut terjadi seiring tekanan pada pasar emas global akibat penguatan dolar Amerika Serikat serta aksi ambil untung investor setelah reli panjang sejak awal tahun.
Dalam sepekan terakhir, emas Antam tercatat turun dari kisaran Rp2,9 jutaan per gram. Koreksi juga dialami UBS dan Galeri24 meski dengan selisih yang lebih tipis. Meski demikian, pelaku pasar menilai tren emas secara jangka panjang masih cukup kuat.
Analis menilai pelemahan harga saat ini lebih disebabkan faktor teknikal dibanding perubahan fundamental pasar. Setelah mengalami kenaikan signifikan selama beberapa bulan terakhir, investor mulai merealisasikan keuntungan sehingga menekan harga emas domestik.
Selain itu, stabilisasi situasi geopolitik global turut mengurangi permintaan aset safe haven untuk sementara waktu. Di sisi lain, penguatan dolar AS membuat harga emas dunia bergerak terbatas karena investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen berbasis dolar.
Meski mengalami koreksi, permintaan emas dinilai masih cukup tinggi.
Ketidakpastian ekonomi global, inflasi di sejumlah negara, serta pembelian emas oleh bank sentral dunia masih menjadi faktor penopang harga logam mulia.
Untuk sepekan ke depan, harga emas diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan sideways. Emas Antam diproyeksikan berada di kisaran Rp2,82 juta hingga Rp2,92 juta per gram.
Sementara UBS diperkirakan bergerak pada rentang Rp2,75 juta sampai Rp2,84 juta per gram dan Galeri24 sekitar Rp2,72 juta hingga Rp2,80 juta per gram.
Pelaku pasar juga masih menunggu arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve yang dinilai akan sangat memengaruhi pergerakan emas global.
Jika dolar AS kembali menguat dan data ekonomi Amerika menunjukkan perbaikan, harga emas berpotensi melanjutkan koreksi. Namun sebaliknya, jika ketidakpastian global meningkat atau terjadi pelemahan rupiah, harga emas domestik diperkirakan kembali menguat.












Tinggalkan Balasan