Bacatrend, Surabaya — Harga emas batangan dari tiga produsen utama, yakni Antam, UBS, dan Galeri24, tercatat mengalami pelemahan sepanjang periode 9–28 Maret 2026. Penurunan terjadi secara bertahap dengan koreksi paling signifikan pada pertengahan pekan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, harga emas Antam pada awal pekan berada di kisaran Rp3,23 juta hingga Rp3,24 juta per gram. Namun, memasuki pertengahan pekan, harga terkoreksi cukup dalam menjadi sekitar Rp3,27 juta per gram, sebelum kembali turun pada akhir pekan ke level Rp3,04 juta per gram.

Sementara itu, harga emas UBS tercatat lebih stabil. Pada awal pekan, harga berada di kisaran Rp3,09 juta per gram, kemudian turun ke sekitar Rp3,08 juta pada pertengahan pekan, dan ditutup di level Rp3,02 juta per gram pada akhir periode.

Pergerakan serupa juga terjadi pada emas Galeri24. Harga awal pekan berada di kisaran Rp3,09 juta per gram, lalu turun ke sekitar Rp3,06 juta di pertengahan pekan, dan kembali melemah ke level Rp3,01 juta per gram pada akhir pekan.









Secara keseluruhan, emas Antam mencatat penurunan paling signifikan, yakni sekitar Rp190 ribu per gram dalam sepekan. Sementara itu, UBS dan Galeri24 mengalami koreksi lebih terbatas, masing-masing di kisaran Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per gram.

Pelemahan harga emas ini sejalan dengan tren koreksi harga emas global, yang dipengaruhi penguatan dolar Amerika Serikat dan kenaikan imbal hasil obligasi. Selain itu, aksi ambil untung (profit taking) setelah kenaikan harga pada awal Maret turut menekan harga emas domestik.

Meski demikian, penurunan yang terjadi dinilai masih dalam kategori wajar dan mencerminkan fase konsolidasi pasar. Permintaan emas domestik juga relatif stabil tanpa lonjakan signifikan selama periode tersebut.

Dengan kondisi ini, harga emas dinilai masih berada dalam tren jangka menengah yang positif, meski dalam jangka pendek mengalami tekanan koreksi.