Bacatrend, Jakarta — Harga sejumlah komoditas pangan strategis nasional menunjukkan tanda-tanda stabilisasi pasca-libur Natal. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, Jumat pukul 07.25 WIB, tercatat penurunan tipis pada beberapa komoditas utama seperti cabai rawit merah dan telur ayam ras, sementara harga bawang dan beras cenderung bertahan di level tinggi.

Cabai rawit merah dijual seharga Rp70.950 per kilogram, turun dari posisi sebelumnya yang sempat menembus Rp73.000 per kg. Penurunan ini diperkirakan sebagai dampak dari mulai normalnya distribusi pasokan setelah lonjakan permintaan menjelang hari raya. Telur ayam ras juga mengalami koreksi ringan, kini berada di angka Rp32.750 per kg, meski masih di atas harga acuan pemerintah.

Komoditas bumbu dapur seperti bawang merah dan bawang putih belum menunjukkan penurunan signifikan. Harga bawang merah tercatat Rp51.050 per kg, sedangkan bawang putih berada di Rp39.150 per kg. Kenaikan harga bumbu ini telah berlangsung sejak awal Desember, dipicu oleh cuaca basah yang menghambat panen dan memperlambat distribusi dari sentra produksi.

Sementara itu, harga beras di tingkat pedagang eceran tetap tinggi dan konsisten. Beras kualitas bawah I dijual Rp14.150 per kg, kualitas bawah II Rp14.400 per kg. Untuk kualitas medium, harga berada di Rp15.600 (medium I) dan Rp15.250 (medium II). Kenaikan harga beras menjadi perhatian khusus karena menyentuh kebutuhan pokok mayoritas masyarakat. Pemerintah melalui Bulog dan Kementerian Perdagangan telah menyiapkan intervensi pasar, namun dampaknya belum sepenuhnya terasa di lapangan.









Stabilisasi harga pangan ini menjadi sinyal positif menjelang akhir tahun, namun sejumlah komoditas masih berada di atas ambang normal. Pengamat ekonomi pangan menilai bahwa fluktuasi harga masih akan terjadi hingga awal Januari, terutama jika distribusi pasca-libur belum sepenuhnya pulih. Pemerintah diharapkan mempercepat penyaluran stok cadangan dan memperkuat koordinasi antar daerah untuk menjaga pasokan tetap lancar.