Bacatrend, Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tajam pada perdagangan Senin pagi (16/3), menyentuh level terendah 6.917,22 atau turun 214,67 poin (3,01%) dibanding penutupan sebelumnya. Penurunan ini memperpanjang tren koreksi sejak awal Maret dan mencerminkan tekanan jual masif di tengah sentimen global yang negatif.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), volume transaksi tercatat sebanyak 5,57 miliar saham dengan nilai Rp2,19 triliun dari 279.408 kali transaksi. Sebanyak 561 saham melemah, hanya 79 saham menguat, dan 82 saham stagnan.

Penurunan IHSG turut menyeret kapitalisasi pasar Bursa yang menyusut hampir Rp1.000 triliun dalam sepekan terakhir. Pada pekan sebelumnya, IHSG masih berada di level 7.582,88, namun koreksi tajam membuat indeks kehilangan 5,91% nilainya dan kapitalisasi pasar turun dari Rp13.627 triliun menjadi Rp12.678 triliun.

Analis pasar modal menilai pelemahan IHSG dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan internal. Sentimen global negatif akibat kekhawatiran suku bunga tinggi di Amerika Serikat dan pelemahan bursa regional Asia menjadi pemicu utama. Di sisi lain, aksi profit taking investor setelah reli Januari–Februari turut memperburuk tekanan jual.









Sektor teknologi dan properti menjadi yang paling tertekan, dengan saham-saham seperti GOTO, BUKA, dan BSDE mengalami koreksi signifikan. Minimnya katalis positif dari dalam negeri juga membuat investor cenderung wait and see.