Bacatrend, Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat rekor baru di awal tahun 2026 dengan menembus level 9.075, menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia. Sepanjang periode perdagangan 12–15 Januari 2026, IHSG naik 1,55 persen, sementara kapitalisasi pasar ikut terkerek 1,29 persen menjadi Rp16.512 triliun. Rata-rata nilai transaksi harian juga meningkat menjadi Rp32,68 triliun, meski volume dan frekuensi transaksi sedikit menurun.

Kenaikan ini mencerminkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, terutama di sektor infrastruktur, energi, dan digital. Dukungan investor asing yang masih mencatatkan aksi beli bersih turut memperkuat tren positif.

Memasuki perdagangan hari ini, Senin 19 Januari 2026, IHSG diprediksi bergerak konsolidatif dengan kecenderungan positif. Level 9.050 diperkirakan menjadi titik support penting, sementara target resistance jangka pendek berada di kisaran 9.120. Analis menilai aksi ambil untung (profit-taking) berpotensi menahan laju kenaikan, namun sentimen global yang relatif stabil dan data inflasi Amerika Serikat yang terkendali memberi ruang bagi penguatan.

Sektor energi, telekomunikasi, dan perbankan diperkirakan tetap menjadi penopang indeks. “Momentum rekor awal tahun menunjukkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi domestik. Namun, konsolidasi sehat tetap diperlukan agar tren kenaikan berlanjut,” ujar seorang analis pasar modal.









Dengan pencapaian ini, IHSG menegaskan posisinya sebagai salah satu indeks saham dengan performa kuat di kawasan Asia Tenggara, sekaligus membuka peluang bagi investor untuk memanfaatkan momentum di awal tahun.