IHSG Dibuka Longsor hingga 6 Persen ke Level 8.400
Bacatrend, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tajam pada perdagangan Rabu, 28 Januari 2026. IHSG langsung jatuh lebih dari 6 persen ke posisi 8.400, mencatatkan penurunan harian terdalam sejak masa pandemi 2020.
Penurunan drastis ini dipicu oleh aksi jual besar-besaran investor asing yang mencatatkan net sell triliunan rupiah pada sesi sebelumnya. Saham-saham unggulan seperti perbankan dan tambang menjadi target utama pelepasan, sehingga menekan indeks secara signifikan.
Selain faktor domestik, tekanan juga datang dari global. Pasar menanti keputusan Federal Reserve terkait arah suku bunga, dengan ekspektasi kenaikan yang membuat investor mengalihkan dana ke aset aman. Yield obligasi Amerika Serikat yang meningkat turut memperburuk arus keluar dari pasar saham Indonesia.
Sejumlah analis menilai valuasi saham di dalam negeri sudah terlalu tinggi, terutama di sektor teknologi dan komoditas, sehingga rentan terhadap koreksi. Minimnya sentimen positif dari dalam negeri, seperti stimulus fiskal atau data ekonomi yang mendukung, juga membuat IHSG semakin tertekan.
Dengan penurunan ini, sejumlah saham berpotensi terkena auto rejection bawah (ARB). Meski demikian, analis memperkirakan IHSG masih memiliki peluang rebound di level support psikologis 8.300–8.350, terutama jika ada intervensi atau sentimen baru yang mampu menahan aksi jual lanjutan.












Tinggalkan Balasan