IHSG Diprediksi Konsolidatif Awal Pekan, Sentimen Global dan Domestik Masih Membayangi
Bacatrend, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak konsolidatif pada awal pekan, Senin (26/1), dengan potensi tekanan lanjutan akibat sentimen global dan domestik. Analis memproyeksikan IHSG akan berada dalam rentang 8.900–9.100, dengan kecenderungan melemah terbatas.
Sepanjang pekan lalu, IHSG ditutup melemah 0,46% ke level 8.951,01 pada Jumat (23/1), mencatat koreksi mingguan sebesar 1,37%. Ini menjadi pelemahan ketiga berturut-turut sejak awal Januari 2026.
Beberapa faktor yang membebani pergerakan indeks antara lain kekhawatiran investor asing terhadap penerapan metodologi baru MSCI dalam penghitungan free float saham Indonesia, pelemahan nilai tukar rupiah, serta potensi pelebaran defisit APBN. Ketegangan geopolitik global dan volatilitas pasar Amerika Serikat turut memperburuk sentimen.
Meski demikian, saham-saham seperti CUAN, NICE, dan AMMN sempat mencatat rebound teknikal, menunjukkan adanya minat beli selektif di tengah tekanan pasar.
Analis dari Phintraco Sekuritas dan Surya Fajar Sekuritas menyebutkan bahwa tekanan jual asing masih berpotensi berlanjut, terutama pada saham big cap seperti BBCA, TLKM, dan GOTO. Namun, stabilnya suku bunga penjaminan LPS di level 3,5% untuk bank umum memberi sedikit dukungan terhadap sektor keuangan.
IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang teknikal:
Support: 8.900 – 8.920
Resistance: 9.050 – 9.100
Range harian: 8.930 – 9.020
Sektor komoditas seperti TINS, ANTM, dan AMMN diproyeksikan masih menarik untuk trading jangka pendek, sementara sektor konstruksi dan teknologi berpeluang rebound teknikal.
Dengan tren yang masih rawan koreksi, investor disarankan tetap selektif dan memperhatikan sentimen global serta arah kebijakan fiskal pemerintah.












Tinggalkan Balasan