Bacatrend, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak konsolidatif dengan peluang rebound terbatas pada perdagangan hari ini, Senin (26/1/2026). Setelah mencatat pelemahan sepanjang pekan lalu, pelaku pasar menanti arah baru di tengah stabilnya nilai tukar rupiah dan penguatan harga komoditas global.

IHSG sebelumnya ditutup di level 8.951,01 pada Jumat (23/1), terkoreksi 0,46% atau turun 41,17 poin. Sepanjang pekan lalu, indeks melemah 1,37% akibat tekanan jual investor asing dan kekhawatiran terhadap metodologi baru MSCI yang mempengaruhi bobot saham-saham Indonesia.

Analis dari MNC Sekuritas menyebut IHSG masih berada dalam fase koreksi wave [iv] dari wave 5, sehingga potensi pelemahan lanjutan masih terbuka. Sementara itu, Hendra Wardana dari Republik Investor memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 8.900–9.050, dengan kecenderungan rebound teknikal didorong oleh stabilnya rupiah dan penguatan harga komoditas seperti emas dan batu bara.

Dari sisi global, indeks Dow Jones menunjukkan pergerakan variatif dengan sektor semikonduktor mencatat kenaikan, memberikan sentimen positif bagi saham teknologi dan energi di Indonesia. Indeks Nikkei Jepang masih tertekan oleh kebijakan Bank of Japan, sementara Hang Seng Hong Kong mulai menunjukkan rebound terbatas. Harga emas dunia naik ke USD 4.987 per ounce, menjadi katalis positif bagi saham-saham tambang seperti ANTM dan MDKA.









Sektor yang diprediksi menguat hari ini meliputi tambang, energi, telekomunikasi, dan barang konsumsi. Saham-saham yang direkomendasikan untuk akumulasi antara lain ANTM, GTSI, HRTA, TOBA, HMSP, TLKM, ADRO, dan CUAN. Investor disarankan tetap disiplin dalam strategi trading, dengan memperhatikan level support di 8.852–8.909 dan resistance di 9.039–9.050.

Dengan sentimen global yang relatif stabil dan peluang teknikal rebound, IHSG hari ini berpotensi menguat terbatas. Namun, pelaku pasar tetap perlu mencermati rilis data ekonomi global dan dinamika pasar komoditas sebagai penentu arah lanjutan.