Modal Asing Rp7,71 Triliun Keluar dari Pasar Keuangan RI, BI Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas
Bacatrend, Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa pasar keuangan Indonesia mengalami aliran modal asing keluar bersih yang signifikan pada pekan kedua Januari 2026. Dalam periode transaksi 12–14 Januari, total dana asing yang keluar mencapai Rp7,71 triliun. Fenomena ini menjadi sorotan utama mengingat dampaknya terhadap stabilitas nilai tukar rupiah dan premi risiko investasi.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa pergerakan modal ini mencerminkan penyesuaian investor terhadap dinamika pasar domestik dan global. “Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional,” ujarnya.
BI merinci bahwa aliran keluar terbesar berasal dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Sementara itu, pasar saham justru mencatat arus masuk bersih, menunjukkan bahwa sebagian investor masih menaruh kepercayaan pada sektor ekuitas Indonesia.
Modal keluar dari SBN: Rp8,15 triliun
Modal keluar dari SRBI: Rp2,64 triliun
Modal masuk ke pasar saham: Rp3,08 triliun
Kombinasi ini menghasilkan total aliran keluar bersih Rp7,71 triliun.
Faktor Pemicu
BI menilai bahwa tekanan eksternal seperti kebijakan suku bunga global, ketidakpastian geopolitik, dan ekspektasi inflasi turut memengaruhi keputusan investor global untuk menarik dana dari instrumen berdenominasi rupiah. Di sisi lain, pasar saham tetap menarik bagi investor yang mencari peluang pertumbuhan di sektor riil.
Respons BI
Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan premi risiko melalui berbagai instrumen kebijakan, termasuk intervensi di pasar valas dan pengelolaan likuiditas. BI juga terus memantau sentimen pasar dan melakukan langkah-langkah pre-emptive untuk menjaga kepercayaan investor.
“Koordinasi erat dengan Kementerian Keuangan dan OJK menjadi kunci dalam menghadapi fluktuasi ini,” tambah Ramdan.
Proyeksi dan Tantangan
Fenomena outflow ini berpotensi memberi tekanan pada nilai tukar rupiah dan yield SBN. Namun, BI optimistis bahwa ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika global, terutama dengan dukungan kebijakan fiskal dan moneter yang adaptif.












Tinggalkan Balasan