OJK Dorong Penguatan Modal dan Konsolidasi Bank KBMI I di Tengah Tantangan Digital dan Global
Bacatrend, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya penguatan permodalan dan konsolidasi bagi bank-bank yang tergolong dalam Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) I. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat struktur perbankan nasional dan menjaga ketahanan sektor keuangan di tengah akselerasi digitalisasi dan ketidakpastian ekonomi global.
KBMI I merupakan kelompok bank dengan modal inti hingga Rp6 triliun, menjadikannya kategori dengan modal paling rendah dibandingkan kelompok bank lainnya. Dalam jawaban tertulis pada Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2025, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa penguatan bank KBMI I adalah bagian dari agenda strategis nasional.
“OJK memandang penguatan bank-bank KBMI I sebagai bagian dari agenda strategis yang perlu ditempuh secara terarah dan prudent dalam rangka memperkuat struktur dan ketahanan perbankan nasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Dian.
OJK telah mengirimkan surat resmi kepada seluruh bank KBMI I pada akhir Oktober 2025, berisi imbauan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja bisnis, permodalan, kualitas aset, tata kelola, model bisnis, dan prospek jangka panjang. Evaluasi tersebut juga mencakup identifikasi opsi penguatan modal dan peluang konsolidasi yang sesuai dengan karakteristik masing-masing bank.
Langkah ini menjadi semakin relevan mengingat meningkatnya risiko serangan siber dan tuntutan investasi teknologi akibat digitalisasi layanan perbankan. Bank-bank kecil dinilai perlu memperbesar skala usaha agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan perubahan lanskap industri keuangan.
OJK membuka berbagai opsi penguatan modal, seperti penawaran saham perdana (IPO), rights issue, private placement, hingga merger dan akuisisi. Konsolidasi diharapkan dapat mendorong efisiensi operasional, memperkuat daya saing, dan meningkatkan perlindungan nasabah.












Tinggalkan Balasan