Bacatrend, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi pasar saham Indonesia masih relatif stabil hingga Selasa (10/3), meski terjadi eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.

Anggota Dewan Komisioner OJK pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Hasan Fawzi, mengatakan pergerakan indeks saham belakangan ini lebih mencerminkan penyesuaian harga terhadap dinamika global. “Tidak ada kepanikan yang berlebihan,” ujarnya.

OJK mencatat investor asing masih aktif melakukan pembelian di pasar saham domestik. Pada periode 1–6 Maret 2026, nilai pembelian bersih asing mencapai Rp2,23 triliun. Hingga 10 Maret, akumulasi pembelian bersih meningkat menjadi Rp3,3 triliun.

Menurut Hasan, data tersebut menunjukkan minat investor terhadap pasar modal Indonesia tetap terjaga meski sentimen global cenderung menekan pasar keuangan. OJK juga memastikan terus memantau perkembangan pasar secara ketat untuk menentukan perlunya kebijakan tambahan dalam menjaga stabilitas.









Dengan kondisi ini, pasar saham Indonesia dinilai masih memiliki daya tahan terhadap gejolak eksternal, sekaligus mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional.