Pajak Jadi Penopang Pendapatan Negara Naik 9,8 Persen
Bacatrend, Jakarta – Kementerian Keuangan mencatat pendapatan negara hingga akhir Januari 2026 mencapai Rp172,7 triliun, tumbuh 9,8 persen year-on-year (YoY). Penerimaan pajak menjadi kontributor terbesar dengan realisasi Rp116,2 triliun, meningkat 30,7 persen YoY. Angka ini setara dengan 4,9 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, kenaikan penerimaan pajak terutama ditopang oleh PPN dan PPnBM yang tumbuh 7,7 persen YoY, serta penurunan restitusi pajak sebesar 23 persen YoY dari sektor perdagangan.
“Kinerja PPN dan PPnBM menjadi motor utama penerimaan, sementara penurunan restitusi turut memperkuat penerimaan bersih,” ujarnya.
Sementara itu, belanja negara pada Januari 2026 mencapai Rp227,3 triliun, naik 25,7 persen YoY. Kondisi ini membuat APBN mencatat defisit Rp54,6 triliun atau 0,21 persen terhadap PDB. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan defisit tersebut masih terkendali sesuai desain fiskal 2026.
“Angka ini masih sangat terkendali dan berada dalam koridor APBN 2026,” kata Purbaya.
Pemerintah menilai tren positif penerimaan pajak di awal tahun mencerminkan basis ekonomi yang relatif kuat, terutama dari konsumsi domestik. Namun, ketergantungan pada PPN dan PPnBM membuat penerimaan sensitif terhadap perlambatan daya beli masyarakat.












Tinggalkan Balasan