Bacatrend, Jakarta — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan pasokan gas bumi di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah telah termanfaatkan secara optimal. Kestabilan produksi serta keandalan penyaluran dinilai mampu menjamin kebutuhan energi bagi sektor industri maupun masyarakat.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengatakan kondisi tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai bagian dari transisi energi nasional.

“Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai tulang punggung transisi energi,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Pernyataan itu disampaikan dalam rangkaian kunjungan kerja spesifik Komisi XII DPR yang membahas keberlanjutan pasokan minyak dan gas bumi di wilayah Jawa Timur, yang digelar di Surabaya.









Menurut Wahyudi, kestabilan pasokan tidak terlepas dari koordinasi lintas sektor, termasuk dalam menjaga kelancaran distribusi saat terjadi gangguan teknis di sisi hulu. Pengawasan dan pengaturan penyaluran dilakukan secara intensif untuk memastikan kebutuhan energi tetap terpenuhi.

Ia menambahkan, integrasi antara sektor hulu dan hilir industri minyak dan gas bumi menjadi faktor penting dalam menjamin keberlanjutan penyediaan energi nasional.
“Integrasi hulu dan hilir sangat penting untuk memastikan distribusi energi berjalan efektif dan efisien,” katanya.

Sejumlah wilayah industri di Jawa Timur dan Jawa Tengah selama ini menjadi pengguna utama gas bumi, terutama untuk sektor pembangkit listrik, manufaktur, dan pupuk. Pemerintah terus mendorong optimalisasi pemanfaatan gas sebagai energi yang lebih bersih dibandingkan bahan bakar fosil lainnya.

Meski demikian, upaya penguatan infrastruktur dan pemerataan akses gas bumi masih menjadi tantangan ke depan, seiring meningkatnya kebutuhan energi dan target transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.