Bacatrend, Jakarta – Pemerintah kembali menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp100 triliun ke perbankan untuk menjaga likuiditas sistem keuangan. Dengan tambahan tersebut, total dana SAL yang telah ditempatkan mencapai sekitar Rp300 triliun.

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan langkah ini dilakukan sebagai antisipasi meningkatnya kebutuhan dana masyarakat pada periode Lebaran.

“Seminggu sebelum Lebaran, saya tambah lagi Rp100 triliun, memasukkan ke sistem perekonomian. Kita jaga likuiditas di sistem keuangan dengan serius,” ujarnya di Jakarta.

Menurut Purbaya, kebijakan ini juga merupakan respons atas dinamika pasar, khususnya kenaikan imbal hasil obligasi yang menjadi sinyal tekanan likuiditas di perbankan. Ia menegaskan pemerintah aktif memantau pergerakan yield obligasi sebagai indikator kondisi likuiditas. “Kalau bond yield naik 0,1 persen saya sudah perhatikan. Naik 0,4 persen, pasti kekeringan, kekurangan likuiditas di bank. Saya cek, oh betul bank kurang likuiditas. Saya tambah lagi masukin ke sistem,” jelasnya.









Saldo Anggaran Lebih (SAL) merupakan dana sisa dari APBN yang dapat digunakan pemerintah untuk menjaga stabilitas fiskal. Penempatan dana SAL ke perbankan menjadi salah satu instrumen kebijakan fiskal yang fleksibel, terutama dalam menghadapi periode musiman seperti Lebaran, ketika permintaan uang tunai meningkat tajam.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap sistem keuangan tetap stabil dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Langkah tersebut juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara fiskal dan moneter, sekaligus memastikan perbankan memiliki kecukupan dana untuk menopang aktivitas ekonomi.