Bacatrend, JAKARTA – Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyatakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 3 Mei 2026 telah mencapai sekitar Rp96 triliun. Dana tersebut menjangkau 1,5 juta debitur di seluruh Indonesia, dengan mayoritas pembiayaan disalurkan ke sektor produksi dan usaha mikro.

Dalam keterangannya, Maman menegaskan bahwa program KUR diharapkan mampu memperkuat pemberdayaan UMKM sekaligus mendorong pengentasan kemiskinan. “Sebagian besar pembiayaan diarahkan ke usaha mikro dan sektor produksi agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat kecil,” ujarnya.

Data Kementerian UMKM menunjukkan bahwa dari total penyaluran, sekitar Rp70 triliun mengalir ke usaha mikro, terutama kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Pemerintah menilai hal ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi rakyat dan mendukung target pengurangan kemiskinan ekstrem.

Selain itu, pemerintah menekankan pentingnya sinkronisasi antara pembiayaan dan akses pasar. Produk UMKM dinilai harus memiliki daya serap yang kuat di pasar domestik agar tidak tertekan oleh arus impor. Tanpa dukungan pemasaran, risiko kredit macet bisa meningkat meski pembiayaan telah disalurkan.









Dalam 10 tahun terakhir, alokasi kredit perbankan ke sektor UMKM terus meningkat. Pada 2025, total kredit UMKM mencapai sekitar Rp1.600 triliun, terdiri dari Rp300 triliun KUR dan Rp1.300 triliun non-KUR. Pemerintah menargetkan penyaluran KUR tahun 2026 mencapai Rp320 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan realisasi awal Mei.

Maman menegaskan bahwa KUR bukan hanya instrumen pembiayaan, tetapi juga bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ekonomi rakyat. “Kredit ini harus menjadi penggerak usaha mikro agar mereka naik kelas dan mampu bersaing,” katanya.

Dengan capaian Rp96 triliun hingga awal Mei, pemerintah optimistis target penyaluran KUR tahun ini dapat tercapai. Program ini diharapkan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional sekaligus instrumen penting dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia.