Bacatrend, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2027 tetap terkendali di bawah ambang batas 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks MPR, DPR, DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5), Prabowo menyampaikan bahwa defisit RAPBN 2027 ditetapkan berada pada kisaran 1,80 persen hingga maksimal 2,40 persen PDB.

“Dari sisi pembiayaan, defisit kita di tahun 2027, defisit APBN akan kami jaga di kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen PDB dan kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini,” kata Presiden Prabowo di hadapan lebih dari 400 anggota DPR RI dan sejumlah pejabat negara.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden menargetkan pendapatan negara dalam RAPBN 2027 mencapai kisaran 11,82 persen hingga 12,40 persen PDB. Sementara belanja negara direncanakan berada di kisaran 13,62 persen hingga 14,80 persen PDB untuk mendukung berbagai program prioritas nasional.

Prabowo menekankan bahwa APBN bukan sekadar dokumen keuangan negara, melainkan instrumen perjuangan bangsa. “APBN adalah alat untuk melindungi rakyat, alat untuk memperkokoh dasar-dasar dan sendi-sendi ekonomi bangsa, alat untuk memastikan setiap warga negara dapat hidup lebih sejahtera, dan sebagai alat untuk menjadi pedoman perjalanan kita ke depan. Dengan kesadaran itu, APBN kita susun sebagai bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan cita-cita mulia yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar kita,” ujarnya.









Target defisit yang lebih rendah ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menjaga disiplin fiskal. Sebelumnya, realisasi defisit APBN 2025 tercatat sebesar 2,92 persen PDB, atau 0,8 persen lebih rendah dari ambang batas maksimal 3 persen. Pemerintah juga menargetkan defisit APBN 2026 berada di kisaran 2,68 persen PDB.

Selain postur fiskal, pemerintah menetapkan sejumlah asumsi makro dalam RAPBN 2027. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan berada pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen, inflasi dijaga ketat pada level 1,5 hingga 3,5 persen, dan nilai tukar rupiah ditargetkan stabil di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun dipatok pada rentang 6,5 hingga 7,3 persen.

Di sektor energi, asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) ditetapkan pada kisaran 70 hingga 95 dolar AS per barel, dengan target lifting minyak bumi 602 hingga 615 ribu barel per hari serta lifting gas 934 hingga 977 ribu barel setara minyak bumi per hari.

Pemerintah juga menargetkan penurunan angka kemiskinan ke kisaran 6,0 hingga 6,5 persen serta tingkat pengangguran terbuka ke level 4,30 hingga 4,87 persen. Dengan pengelolaan fiskal yang berkelanjutan, pemerintah optimistis RAPBN 2027 dapat menjadi pijakan menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.