Bacatrend, Jakarta – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tengah bersiap menghadapi perubahan jajaran komisaris setelah masa jabatan empat petinggi perusahaan berakhir pada 10 Juni 2025. Di tengah transisi ini, saham PTBA justru menunjukkan tren positif dengan kenaikan 3,13%, mencapai Rp2.960 per lembar saham dari sebelumnya Rp2.870.

Pergantian Komisaris Menjelang RUPS
Empat komisaris PTBA yang masa jabatannya berakhir adalah Irwandy Arif (Komisaris Utama), Carlo B. Tewu, E. Piterdono HZ, dan Andi Pahril Pawi (Komisaris Independen).

Mereka sebelumnya diangkat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2019 dan kini harus lengser sesuai ketentuan hukum.

Corporate Secretary PTBA, Niko Chandra, menegaskan bahwa pergantian ini tidak berdampak pada operasional perusahaan.









“Berakhirnya masa jabatan para komisaris ini merupakan bagian dari siklus perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Keputusan mengenai pengganti para komisaris akan ditentukan dalam RUPST tahun buku 2024, yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Juni 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta.

Saham PTBA Merangkak Naik
Di tengah pergantian jajaran komisaris, saham PTBA justru mengalami kenaikan signifikan. Harga saham PTBA naik 3,13% menjadi Rp2.960 per lembar, dengan volume perdagangan mencapai 52,86 juta saham.

Kenaikan ini didukung oleh fundamental perusahaan yang tetap kuat. PTBA mencatatkan laba bersih Rp5,1 triliun sepanjang 2024, meskipun mengalami penurunan 16,39% secara tahunan.

Pendapatan perusahaan tumbuh 11% menjadi Rp42,76 triliun, sementara total aset meningkat 8% menjadi Rp41,79 triliun.

Dividen dan Prospek Keuangan
PTBA dikenal sebagai emiten yang konsisten membagikan dividen besar kepada pemegang saham. Pada tahun buku 2023, perusahaan membagikan Rp4,57 triliun dividen, setara dengan Rp397,71 per saham, atau 75% dari laba bersih.

Dengan laba bersih Rp5,1 triliun pada 2024, investor menantikan keputusan RUPST terkait pembagian dividen tahun ini.

PTBA juga termasuk dalam daftar emiten dengan dividen yield tertinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI), mencapai 15,2% pada tahun buku 2023