Bacatrend, Tuban — Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di PT Gudang Garam kembali mencuat setelah sejumlah video viral memperlihatkan momen perpisahan emosional para pekerja di pabrik Tuban. Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, tampak ratusan karyawan saling berjabat tangan, berpelukan, dan menangis saat meninggalkan area kerja.

Video bertajuk “Viral PHK Massal Gudang Garam di Tuban” dan “Tangis dan Haru Ribuan Buruh Gudang Garam” memicu kekhawatiran publik akan skala dan dampak sosial dari kebijakan perusahaan. Banyak netizen menyuarakan empati terhadap para pekerja, terutama ibu-ibu yang terlihat menangis dalam video, serta mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja.

Namun, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kediri, Agung Susanto, membantah adanya PHK massal. Ia menjelaskan bahwa perusahaan hanya menerapkan skema pensiun dini bagi pekerja berusia 50 tahun ke atas, khususnya di divisi Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM). “Ini bukan PHK massal. Yang terjadi adalah pengurangan tenaga kerja secara bertahap melalui pensiun dini,” ujar Agung dalam pernyataan resmi.

Klarifikasi serupa disampaikan oleh pihak HRD Gudang Garam Tuban dalam video yang diunggah oleh media lokal. Mereka menegaskan bahwa proses tersebut telah melalui komunikasi internal dan tidak melibatkan pemecatan sepihak.









Di sisi lain, laporan keuangan semester I 2025 menunjukkan penurunan laba bersih Gudang Garam sebesar 87,34 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini diduga menjadi latar belakang efisiensi operasional yang berdampak pada pengurangan tenaga kerja. Tekanan dari regulasi cukai, penurunan konsumsi rokok, dan perubahan pola produksi turut memperburuk kondisi perusahaan.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, meminta pemerintah turun tangan. Ia menilai bahwa dampak PHK di sektor tembakau bisa meluas ke industri logistik, pertanian, dan UMKM yang bergantung pada rantai pasok rokok kretek.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen PT Gudang Garam belum memberikan pernyataan resmi terkait jumlah pekerja yang terdampak dan rencana jangka panjang perusahaan. Sementara itu, suasana haru di pabrik Tuban menjadi simbol keresahan pekerja di tengah ketidakpastian ekonomi nasional.