Bacatrend, Semarang — Sebanyak 13 Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang menyatakan mundur dari struktur kepengurusan partai.

Aksi pengunduran diri dilakukan secara simbolis di kantor DPD PSI Semarang, Jalan Jagalan, Semarang Tengah, dengan pembacaan puisi, penyalaan lilin, dan penutupan kantor.

Langkah ini merupakan bentuk protes terhadap pemberhentian Bangkit Mahanantiyo sebagai Ketua DPD PSI Semarang dan pengangkatan Ari Nugroho sebagai pelaksana tugas (Plt) oleh DPW PSI Jawa Tengah. Para pengurus juga mencopot stiker dan atribut partai dari pintu dan jendela kantor sebagai simbol pengembalian aset organisasi.

Ketua DPC PSI Semarang Utara, Hanif Nafilah Rozaq, menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap struktur partai, namun juga sebagai ekspresi kekecewaan.









“Kami mengambil langkah ini sebagai bentuk kepatuhan terhadap putusan DPP. Mulai saat ini, kami sepakat menjadi kader biasa PSI. Ada 13 DPC beserta jajaran pengurusnya yang mengundurkan diri,” ujarnya.

Hanif menilai pemberhentian Bangkit tidak memiliki dasar yang jelas dan mencerminkan lemahnya komunikasi antara DPC dan pimpinan partai.

“Penunjukan Plt atas ketua kami, Bangkit, kami nilai tidak berdasar. Upaya dialog sudah kami lakukan melalui DPW tidak ada hasilnya. Kami juga mencoba menghubungi DPP melalui WhatsApp, DM Instagram, bahkan menyampaikan langsung kepada Kaesang, namun tidak ada tanggapan,” ungkapnya.

Aksi ini menandai krisis internal PSI Semarang yang dinilai sebagai kegagalan DPW dan DPP dalam menjembatani aspirasi kader di tingkat cabang. Para pengurus berharap langkah mereka menjadi refleksi bagi struktur partai untuk memperbaiki komunikasi, transparansi, dan penghargaan terhadap suara akar rumput.