Bacatrend, Lumajang – Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Dalam periode enam jam pengamatan, Kamis (20/11) pukul 00.00–06.00 WIB, tercatat 32 kali gempa guguran.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, melaporkan gempa guguran tersebut memiliki amplitudo 3–16 mm dengan durasi 69–108 detik. Selain itu, Semeru juga mengalami 25 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10–22 mm dan durasi 71–141 detik.

“Semeru juga alami satu kali gempa embusan dengan amplitudo 3 mm, dan lama gempa 67 detik. Kemudian satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 30 mm, S-P 21 detik dan lama gempa 77 detik,” ujarnya dalam laporan tertulis.

Data Tambahan dari PVMBG
Status aktivitas Gunung Semeru telah dinaikkan ke Level IV (Awas) sejak Rabu (19/11).









Awan panas guguran tercatat meluncur hingga 13–14 km ke arah Besuk Kobokan.

PVMBG melarang aktivitas masyarakat dalam radius 8 km dari puncak dan 20 km di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan.

Ratusan warga di Lumajang telah dievakuasi ke lokasi aman.

Frekuensi gempa guguran dan erupsi yang tinggi menunjukkan suplai magma masih aktif. Kondisi cuaca berkabut membuat pengamatan visual terbatas, sehingga pemantauan seismik menjadi kunci. Ancaman awan panas dan banjir lahar dingin tetap tinggi, terutama bila hujan deras turun di kawasan lereng.