Atap Pondok Pesantren Ambruk di Situbondo, Satu Santri Tewas dan 19 Luka
Bacatrend, Situbondo — Atap bangunan kamar santriwati Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Syekh Abdul Qodir Jailani di Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, ambruk pada Rabu (29/10) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Peristiwa tersebut menewaskan satu santriwati dan melukai 19 lainnya.
Korban meninggal diketahui bernama Putri (12), warga Dusun Rawan, Desa Blimbing. Ia tertimpa material bangunan saat sedang tertidur bersama puluhan santri lainnya. “Korban meninggal dunia di lokasi kejadian karena tertimpa reruntuhan atap,” kata seorang petugas evakuasi di lokasi.
Sebanyak 19 santri putri lainnya mengalami luka-luka, tiga di antaranya dirawat intensif di rumah sakit. Petugas medis dan relawan segera melakukan evakuasi dan penanganan darurat. Para santri yang selamat telah dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Kapolres Situbondo AKBP Rezi Dharmawan menyatakan bahwa penyebab ambruknya bangunan masih dalam penyelidikan. “Kami akan mendatangkan ahli konstruksi untuk menilai kelayakan bangunan dan mencari tahu penyebab pasti kejadian ini,” ujarnya.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai usia dan kondisi struktur bangunan sebelum kejadian. Hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah tersebut diduga turut memperburuk kondisi bangunan.
Peristiwa ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kelayakan bangunan pondok pesantren, terutama yang menampung santri dalam jumlah besar. Pemerintah daerah diminta untuk melakukan audit teknis dan memastikan standar keselamatan bangunan pendidikan keagamaan di wilayahnya.











Tinggalkan Balasan