Balita Terkunci Dalam Mobil, Ayah Panik Telepon Damkar
Bacatrend, Surabaya – Siang itu, matahari menyengat di Jalan Lebo Agung, Tambaksari, Surabaya. Tapi yang membuat dada Achmad Mirza Rizkyananda sesak bukanlah teriknya cuaca, melainkan jeritan hati melihat putranya, Icam, yang masih berusia 22 bulan, terkunci di dalam mobil.
Tanpa kunci cadangan, Mirza hanya bisa berdiri tak berdaya di samping mobil yang terkunci rapat. Di dalam, sang buah hati mulai terlihat gelisah. Suara tangisnya terdengar lirih dari balik kaca—dan waktu terasa berjalan sangat lambat.
“Saat itu saya panik sekali,” tutur Maya, sang ibu, mengenang momen menegangkan itu dengan mata berkaca-kaca. “Saya langsung berpikir, bagaimana kalau dia kekurangan oksigen? Bagaimana kalau dia kepanasan?”
Tanpa buang waktu, Mirza menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya. Respon cepat pun datang. Tim Damkar, yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan, Wasis Sutikno, segera meluncur ke lokasi.
“Begitu kami menerima laporan, kami langsung berangkat. Situasinya darurat, apalagi melibatkan balita,” ujar Wasis.
Setibanya di lokasi, petugas bekerja cepat. Dengan alat khusus, mereka membuka celah di kaca mobil tanpa merusak kendaraan. Dalam waktu kurang dari 20 menit, Icam akhirnya berhasil dievakuasi—selamat, dan langsung digendong sang ibu dengan pelukan penuh lega.
“Ini murni kecelakaan yang bisa terjadi pada siapa saja,” kata Wasis. “Karena itu kami mengingatkan para orang tua untuk tidak menaruh kunci mobil sembarangan, terutama di tempat yang bisa dijangkau anak-anak.”
Peristiwa itu mungkin hanya berlangsung kurang dari setengah jam, tapi bagi pasangan muda itu, rasanya seperti seumur hidup. Kini, mereka hanya bisa bersyukur, berkat gerak cepat dan ketepatan tim penyelamat, Icam kembali ke pelukan mereka dengan selamat.











Tinggalkan Balasan