Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Ekstasi Lintas Sumatera, Puluhan Ribu Butir Disita
Bacatrend, Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap jaringan peredaran narkotika jenis ekstasi yang beroperasi lintas provinsi di wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Selatan.
Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan puluhan ribu butir ekstasi serta sejumlah pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan distribusi.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso, mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari informasi intelijen yang diterima pada Januari 2026 terkait rencana transaksi narkotika di wilayah Medan, Sumatera Utara.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim khusus yang tergabung dalam NIC (Narcotics Investigation Center) langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penyelidikan dan pemetaan jaringan.
Namun, transaksi yang sebelumnya terdeteksi tidak jadi dilakukan.
“Tim melakukan pendalaman di Medan. Dari hasil mapping awal, transaksi tersebut tidak terjadi atau batal,” ujar Eko dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026).
Meski demikian, aparat tidak menghentikan penyelidikan.
Pengembangan terus dilakukan dengan menelusuri pergerakan jaringan serta jalur distribusi yang diduga melibatkan lebih dari satu wilayah. Dari hasil pendalaman tersebut, petugas akhirnya berhasil mengidentifikasi pola operasi jaringan yang berpindah lokasi untuk menghindari pengawasan aparat.
Pengungkapan ini kemudian mengarah pada penindakan di beberapa titik berbeda di wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. Dalam operasi lanjutan tersebut, aparat berhasil menyita puluhan ribu butir ekstasi yang siap edar. Selain itu, sejumlah tersangka turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan pola yang ditemukan, jaringan ini diduga menggunakan metode distribusi terputus (cell system) guna meminimalkan risiko terungkapnya keseluruhan jaringan. Modus ini umum digunakan dalam peredaran narkotika skala besar, di mana setiap pelaku hanya mengetahui sebagian kecil dari rantai distribusi.
Selain itu, aparat juga mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas, termasuk potensi keterkaitan dengan sindikat internasional. Hal ini mengingat skala barang bukti yang cukup besar serta pola distribusi lintas provinsi yang terorganisir.
Pengungkapan jaringan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan aparat dalam menekan peredaran narkotika di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera yang kerap menjadi salah satu jalur masuk dan distribusi narkoba.
Eko menegaskan pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap aktor utama di balik jaringan tersebut serta memutus rantai peredaran hingga ke tingkat pemasok.
Kasus ini sekaligus menunjukkan bahwa meskipun transaksi awal gagal dilakukan, informasi intelijen tetap dapat menjadi pintu masuk penting dalam membongkar jaringan yang lebih besar. Aparat pun mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi guna membantu pemberantasan peredaran narkotika di Tanah Air.












Tinggalkan Balasan